Gaming Disorder: Kecanduan Game Termasuk Gangguan Mental

Gaming disorder adalah gangguan game pada seseorang yang ciri utamanya adalah menetap dan terus menerus dalam game komputer, terutama jenis permainan kelompok, untuk waktu yang sangat lama. Permainan ini merupakan kompetisi di antara kelompok atau pemain-pemain (biasanya berasal dari beberapa wilayah, sehingga aktivitas yang terjadi didorong oleh ketidakbatasan waktu) yang menunjukkan adanya interaksi sosial selama permainan.

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kecanduan game tidak hanya dialami oleh remaja, tetapi juga anak-anak dan orang dewasa awal. Kebanyakan kejadian terjadi di negaranegara Asia yang sebagian besar terjadi pada laki-laki dewasa berusia 12-20 tahun.

Baca Juga:

Faktor Yang Mempengaruhi Gaming Disorder

gaming disorder images

Berdasarkan beberapa penjelasan dapat disimpulkan beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya internet gaming disorder  sebagai gangguan mental adalah:

a. Media “melarikan diri”

Hasil penelitiannya menemukan beberapa motivasi mengapa seseorang tertarik terhadap internet gaming, antara lain karena hiburan dan kesenangan, koping emosi, mencari tantangan, dan melarikan diri dari kenyataan. Seperti halnya pada pemain yang tidak kecanduan, permainan ditujukan untuk memuaskan pemainnya. Pemain yang kecanduan bermain untuk menghindari ketidakpuasan, ini bisa menjadi salah satu indikasi dari simptom menarik diri, mereka ingin mengatasinya dengan cara bermain secara kompulsif.

Yakin ingatanmu Asli ?

b. Modifikasi mood (sebagai bentuk koping)

Beberapa aspek ditemukan di dalam hasil penelitian Hussain dan Griffiths yang membuat mereka kecanduan antara lain adalah modifikasi mood, toleransi, dan kambuh).

Modifikasi mood ditemukan sebagai sebab mereka cenderung kecanduan game. Mereka menggunakan internet gaming sebagai bentuk koping terhadap permasalahan di dunia nyata, hal ini sesuai dengan teori umum yang menjelaskan bahwa individu yang sudah terlalu berlebihan menggunakan game online, atau perilaku penguat yang lain, hal ini berarti dia melarikan diri dari keadaan depresi.

Adanya beberapa sebab yang melatarbelakangi penggunaan game, antara lain sebagai bentuk koping terhadap berbagai macam kekurangan seperti kekurangan teman, kesulitan dalam menjalin hubungan, dan masalah terhadap penampilan fisik.

Baca Juga  Retradasi Mental "Keterbelakangan Mental Menurut Pengertian Umum"

c. Hubungan pertemanan

Pemain yang kecanduan cenderung lebih memilih karakter yang mereka ciptakan di dalam permainan dibandingkan diri mereka sendiri dan berharap menjadi karakter tersebut di dalam dunia nyata. Pengguna tidak tetap mengatakan jika mereka menemukan aspek sosialisasi yang lebih menyenangkan dan nyaman saat online dibandingkan offline.

Hal ini menggambarkan bahwa memberikan lingkungan yang lebih menyenangkan untuk berinteraksi dibandingkan dunia nyata bagi penggunanya yang sudah kecanduan. Beberapa hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pemain game online lebih memilih teman online-nya dibandingkan teman di dunia nyata, mereka lebih menyukai menghabiskan waktu dengan teman online-nya, mereka merasa bahwa kebutuhan sosial mereka terpenuhi dari teman online.

e. Karakteristik kepribadian

Tidak ada kepribadian tertentu berkaitan dengan internet gaming disorder, beberpa peneliti menghubungkan diagnosa dari gangguan ini dengan gangguan depresi, ADHD, atau obsesif kompulsif.

Karakteristik kepribadian yang biasanya berkaitan dengan internet gaming addiction antara lain neuroticism, agresi, dan sikap bermusuhan, dan mencari perhatian.

e. Genetik dan fisiologis

Remaja laki-laki memiliki faktor risiko terbesar mengalami internet gaming disorder, tetapi masih dalam proses penelitian lebih lanjut. Individu yang mengalami kompulsif memainkan game internet menunjukkan adanya aktivitas otak pada daerah tertentu karena dipengaruhi oleh eksposur berlebihan game internet.

f. Lingkungan

Konteks yang melatarbelakangi kehidupan individu merupakan faktor yang juga memengaruhi terjadinya kecanduan game. Konteks disini yang dimaksud adalah situasi, individu itu sendiri, dan budaya. Ketersediaan fasilitas internet memungkinkan terjadi koneksi dengan internet gaming disorder.

g. Kognisi Maladaptif

Kognisi maladaptif didefinisikan sebagai distorsi kognitif mengenai diri sendiri dan lingkungannya. Kognisi maladapti diduga menjadi faktor utama penyebab terjadinya pathological internet use yang mengarahkan pada internet gaming disorder.

Salah satu bentuk kognisi maladaptif yaitu secara konstan berpikir dan khawatir mengenai penggunaan internet berlebihan pada seseorang sehingga menyebabkan munculnya ingatan terus menerus tentang internet. Selain itu, kognisi maladaptif juga berkaitan dengan konsep diri, di dunia nyata merasa bukan siapa-siapa, tetapi ketika masuk dunia online merasa menjadi seseornag yang berarti.

Baca Juga  5 Dampak Negatif Jika Terlalu Berprasangka Buruk

Implikasi perilaku yang muncul seperti membuat dan mengontrol profil diri secaa online sehingga mampu masuk dalam berbagai macam permainan online. Para pemain internet gaming merasa lebih bernilai dan berhasil ketika berada di dalam dunia online game dibandingkan dunia nyata sehingga mereka akan merasa sangat terganggu ketika online game tidak ada.

h. Malu

Malu atau shyness didefinisikan sebagai bentuk ketidaknyamanan terhadap diri sendiri (merasa aneh, terlalu memikirkan diri) dan cenderung menjadi orang lain agar sesuai dengan keinginan lingkungan sosial. Individu yang malu cenderung merasa cemas dan tidak aman karena merasa dinilai dan takut ditolak oleh orang lain ketika menjalin relasi interpersonal langsung.

Ketika berada di dunia maya, individu yang malu memiliki kebebasan melakukan inhibisi (mengubah diri) karena adanya fasilitas anonimitas sehingga orang lain tidak mengetahui bentuk fisik dan relasi sosial yang sebenarnya.

Berdasarkan beberapa penelitian, individu yang malu senderung lebih menyukai relasi melalui dunia maya selain sebagai media hiburan. Pada kenyataannya, hiburan dan komunikasi merupakan komponen utama di dalam online games. Dengan demikian, individu yang malu dapat memenuhi kebutuhan ketergantungan terhadap orang lain melalui internet game ini.

i. Depresi

Gaming disorder menyediakan konten yang bersifat menghibur dan fantasi serta memungkinkan menjalin interaksi dengan pemain lain tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Hal ini merupakan pengalaman baru bagi individu depresi yang sangat menarik sehingga mereka tertarik untuk mengalaminya yang kemudian mengarah pada ketergantungan.

Gejala Gaming Disorder

gejala gaming disorder

Gejala gaming disorder tersebut antara lain keasyikan bermain game, tanda-tanda menarik diri, toleransi (menghabiskan banyak waktu untuk bermain), kurang kontrol diri, kehilangan ketertarikan, tetap menggunakan meskipun tahu dampak negatifnya, menipu, modifikasi mood, dan kehilangan hubungan, perkerjaan, dan beberapa aspek penting dalam hidup.

Lebih rinci dijelaskan sebagai berikut:

  1. Keasyikan dengan permainan internet. Seseorang berpikir tentang permainan sebelumnya atau mengantisipasi permainan selanjutnya, internet gaming menjadi aktivitas utama sehari-hari.
  2. Tanda-tanda menarik diri ketika internet gaming dijauhkan darinya. (Tanda-tanda atau simptom yangmuncul seperti mudah marah, cemas, sedih, tetapi tidak ada tanda-tanda fisik yang menunjukkan alergi obat)
  3. Toleransi, kebutuhan untuk menambah jumlah waktu untuk bermaian internet gaming
  4.  Usaha gagal untuk mengontrol keterlibatan diri di dalam internet gaming
  5. Kehilangan ketertarikan terhadap hobi dan kesenangan sebelumnya kecuali internet gaming;
  6. Berkelanjutan secara berlebihan menggunakan internet gaming meskipun mengetahui dampak psikososial yang ditimbulkan
  7. Berbohong terhadap keluarga, terapis menyangkut lamanya bermain internet gaming
  8. Menggunakan internet gaming untuk melarikan diri dari mood negatif (seperti merasa tidak berdaya, bersalah, dan cemas)
  9. Memiliki hubungan yang membahayakan atau hampir kehilangan, pekerjaan, atau kesempatan karir karena keterlibatannya dalam internet gaming.
Baca Juga  Depresi? Kenali Gejala, Jenis Dan Cara Mengatasinya

Risiko Gaming Disorder

Orang yang memainkan game onlien secara berlebihan memiliki masalah kesehatan, kualitas tidur rendah, memiliki masalah serius soal sosialisasi di dalam kehidupan nyata, dan performansi akademik yang buruk.
Karakter permainan game online bersifat berkembang, baik secara fisik maupun intelegensi, menarik pemain untuk beberapa saat harus tetap (stay) bermain, beberapa saat yang berakumulasi menjadi berjam-jam.

Pemain seperti masuk di dalam kehidupan dunia virtual hingga melupakan kebutuhan-kebutuhan dunia nyata yang harus dipenuhi. Pemain internet gaming memiliki lebih banyak masalah dibandingkan pemain offline video game.

Hal ini disebabkan mereka menggunakan banyak waktu (lebih dari 8 jam sehari) untuk bermain sehingga muncul berbagai macam faktor risiko negatif yang diakibatkan oleh internet gaming disorder antara lain:

  1. Masalah fisik, meliputi kelelahan, sakit fisik, kurang tidur, lupa makan.
  2. Masalah pribadi, meliputi konflik dengan teman atau keluarga, kurang ikatan sosial, kurang manajamen waktu
  3. Masalah yang berkaitan dengan akademik/pekerjaan, meliputi tidak bekerja atau memperoleh prestasi rendah

 

Sumber: Internet Gaming Disorder

Apa Pendapatmu?

Check Also

Tanda-Tanda Hamil Yang di Alami Wanita Secara Psikologis

Tanda-tanda hamil yang ditunjukkan melalui perubahan fisik, umumnya para wanita akan langs…