Fakta Tentang Down Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Terapi

Hampir semua kemampuan kognitif anak cacat mental mengalami kelainan seperti lambat belajar, kemampuan mengatasi masalah, kurang dapat mengadakan hubungan sebab akibat, sehingga penampilan sangat berbeda dengan anak lainnya.

Anak cacat mental ditandai dengan lemahnya kontrol motorik, kurang kemampuannya untuk mengadakan koordinasi, tetapi dipihak lain dia masih bisa dilatih untuk mencapai kemampuan sampai ke titik normal.

Tanda-tanda lainnya seperti membaca buku ke dekat mata, mulut selalu terbuka untuk memahami sesuatu pengertian memerlukan waktu yang lama, mempunyai kesulitan sensoris, mengalami hambatan berbicara dan perkembangan verbalnya.

Ciri- ciri yang penulis sebutkan di atas merupakan ciri yang umum yang sebagian besar di derita oleh anak Down Syndrome.

Baca Juga: 10 Tips Menjaga Kesehatan Mental

Tonton Video - Cara Membaca Bahasa Tubuh

Gangguan Psikomatis: Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahan

Cek di sini apakah Kamu termasuk Generasi Micin!!

1. Pengertian Down syndrome

                Sumber: labiotech.eu

Down syndrome adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental pada anak yang disebabkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Anak cacat mental pada umumnya mempunyai kelainan yang lebih dibandingkan cacat lainnya, terutama intelegensinya.

Down syndrome adalah suatu kumpulan gejala akibat dari abnormalitas kromosom, biasanya kromosom 21, yang tidak dapat memisahkan diri selama meiosis sehingga terjadi individu dengan 47 kromosom.

Kondisi manusia yang diakibatkan oleh penyimpangan kromosom jenis trisomi 21 diberi istilah idiot mongoloid atau mongoloisme. Diberi nama demikian, karena kondisi individual dengan trisomi 21 dianggap memiliki ciri- ciri wajah yang menyerupai orang oriental.

Down syndrome adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom.

Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Kromosom merupakan serat-serat khusus yang terdapat di dalam setiap sel didalam badan manusia dimana terdapat beberapa genetik yang menentukan sifat-sifat seseorang.

Selain itu down syndrom disebabkan oleh hasil daripada penyimpangan kromosom semasa konsepsi. Ciri utama dari fisiknya adalah dari segi struktur muka dan satu atau ketidak mampuan fisik dan juga waktu hidup yang singkat.

Sebagai perbandingan, bayi normal dilahirkan dengan jumlah 46 kromosom (23 pasang) sedangkan bayi down syndrome dilahirkan hanya sepasang kromosom 21 (2 kromosom 21 dikarena bayi dengan penyakit down syndrom terjadi disebabkan oleh kelebihan kromosom dimana 3 kromosom 21 menjadikan jumlah kesemua kromosom ialah 47 kromosom.

                 perbedaan fisik anak down syindrom dan anak normal

Keadaan ini dapat terjadi terhadap laki-laki maupun perempuan.

Menurut Glenn Doman, ahli fisik dan terapi pendiri Institute for The Achievement of menangani anak syndrome disebabkan oleh otak yang cidera. Maka yang perlu diterapi adalah otaknya. Jalur sensori manusia berada disebelah sumsum tulang belakang dan otak bagian belakang.

Baca Juga  5 Gaya Belajar Manusia Yang Wajib Kalian Tahu

Maka yang perlu diterapi adalah otaknya. Jalur sensori manusia berada disebelah sumsum tulang belakang dan otak bagian belakang. Jalur sensori manusia berada disebelah sumsum tulang ini meliputi  penerimaan informasi melalui kelima indra yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan pengecap.

Anak down syndrome biasanya kurang bisa mengkoordinasikan antara motorik kasar dan halus. Misalnya kesulitan menyisir rambut atau mengancing baju sendiri.

Selain itu anak down syndrome juga kesulitan untuk mengkoordinasikan antara kemampuan kognitif dan bahasa, seperti memahami manfaat suatu benda.

Anak down syndrome dan anak normal pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dalam tugas perkembangan, yaitu mencapai kemandirian. Namun, perkembangan anak down syndrome lebih lambat dari pada anak normal. Jadi diperlukan suatu terapi untuk meningkatkan kemandirian anak down syndrome. Peran serta orang tua sangat dibutuhkan.

Menurut penelitian 15% orang tua yang mengetahui anaknya mengalami down syndrome akan kembali ke rumah dan tidak melakukan suatu program terapi. Sebanyak 35% yaitu orang tua yang gigih tekadnya untuk ikut Program Perawatan Intensif.

Sebanyak 50% orang tua akan kembali ke rumah, mendiagnosis anaknya, mendesain sebuah program untuk anaknya dan melaksanakan program itu dengan tingkat frekuensi, intensitas dan durasi yang berbeda-beda dengan harapan memperoleh hasil yang sepadan dengan program itu.

2. Karakteristik Anak Down Syndrome

Karakteristik anak down syndrome menurut tingkatan adalah sebagai berikut:

                     Sumber: healthdetik.com

1. Karakteristik anak down syndrome ringan

Anak down syndrome ringan banyak yang lancar berbicara tetapi kurang pembendaharaan katanya, Mengalami kesukaran berpikir abstrak tetapi masih mampu mengikuti mengikuti kegiatan akademik dalam batas-batas tertentu. Pada umur 16 tahun baru mencapai umur kecerdasan yang sama dengan anak umur 12 tahun.

2) Karakteristik anak down syndrome sedang

Anak down syndrome sedang hampir tidak bisa mempelajari pelajaran-pelajaran akademik. Mereka umumnya dilatih untuk  merawat diri dan aktivitas sehari-hari. Pada umur dewasa mereka baru mencapai tingkat kecerdasan yang sama dengan umur 7 tahun.

3) Karakteristik anak down syndrome berat dan sangat berat

Anak down syndrome berat dan sangat berat sepanjang hidupnya akan selalu bertanggung pada pertolongan dan bantuan orang lain. Mereka tidak dapat memelihara diri, tidak dapat membedakan bahaya atau tidak, kurang dapat bercakap – cakap. Kecerdasannya hanya berkembang paling tinggi seperti anak normal yang berusia 3 atau 4 tahun.

Sifat pada kepala, muka dan leher : Mereka mempunyai paras muka yang hampir sama seperti muka orang Mongol. Pangkal hidungnya pendek. Jarak diantara 2 mata jauh dan berlebihan kulit di sudut dalam.

Baca Juga  Membongkar Keajaiban Pesan Tersembunyi (Subliminal Messages)

Selain itu, ciri-ciri fisik perkembangan anak down syndrome sebagai berikut:

  1. Penyakit jantung bawaan.
  2. Gangguan mental.
  3. Tubuh kecil.
  4. Kekuatan otot lemah.
  5. Kelenturan yang tinggi pada persendian.
  6. Bercak pada iris mata.
  7. Posisi mata miring keatas.
  8. Adanya lipitan ekstra pada sudut mata.
  9. Lubang mulut kecil sehingga lidah cenderung menekuk.
  10. Tangan pendek tetapi lebar dengan lipatan tunggal pada telapak tangan.

3. Faktor Penyebab Anak Down Syndrome

              Sumber: tirto.id

Faktor penyebab down syndrome antara lain:

A. Hubungan faktor oksigen dengan down syndrome

Down syndrome terjadi bukan karena faktor luar, down syndrome terjadi karena kekurangan kromosom akibat dari kecelakaan yang bersifat genetika yang bisa dideteksi melalui pemeriksaan amniosintesis.

Para dokter menekankan bahwa down syndrome tidak terkait dengan segala yang dilakuakan oleh orang tua baik sebelum ataupun selama kehamilan.

Down syndrome terjadi bukan karna makanan atau minuman yang dikonsumsi ibunya ketika hamil, tidak juga perasaan traumatis, bukan pula ibu dan ayah melakukan atau menyesali perbuatannya yang telah dialami.

B. Hubungan faktor endogen dengan down syndrome

Down syndrome disebabkan karena adanya kromosom ekstra dalam setiap sel tubuh, faktor penyebab lain yang menimbulkan resiko tingginya resiko mempunyai anak down syndrome adalah umur orang tua. Semakin tua umur ibu, semakin pula ibu memiliki peluang untuk melahirkan anak down syndrome.

Angka kejadian anak yang lahir menjadi down syndrome dikaitkan dengan usia ibu saat kehamilan:

  • 15-29 tahun – 1 kasus dalam 1500 kelahiran hidup.
  • 31-34 tahun – 1 kasus dalam 800 kelahiran hidup.
  • 35-39 tahun – 1 kasus dalam 270 kelahiran hidup.
  • 40-44 tahun – 1 kasus dalam 100 kelahiran hidup.
  • Lebih dari 45 tahun -1 kasus dalam 50 kelahiran hidup.

4. Permasalahan Anak Down Syndrome

           Sumber: catholikclane.com

Permasalahan yang akan di alami anak Down Syndrome adalah sebagai berikut:

A. Kehidupan sehari-hari

Masalah ini berkaitan dengan kesehatan dan pemeliharaan diri dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan di rumah dan kondisi anak down syndrome akan membawa suasana yang kurang kondusif terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah.

B. Kesulitan belajar

Kesulitan belajar anak down syndrome adalah masalah paling besar, mengingat keterbatasan mereka kegiatan pembelajaran yang di sekolah. Keterbatasan ini tercermin dari seluruh aspek akademik seperti, matematika, IPA, IPS dan Bahasa.

C. Penyesuaian Diri

Tingkat kecerdasan yang dimiliki anak down syndrome tidak saja berpengaruh terhadap kesulitan belajar, melainkan juga terhadap penyesuaina diri.

D. Ketrampilan Bekerja

Keterbatasan anak down syndrome banyak menyekat antara kemampuan yang dimliki tuntutan kreativitas yang diperlukan untuk bekerja. Akibatnya untuk bekerja kepada orang lain. Anak down syndrome tersingkir dalam kompetensi.

E. Kepribadian dan Emosinya

Karena kondisi mentalnya anak down syndrome sering menampilkan kepribadiannya yang tidak seimbang. Terkadang tenang terkadang juga kacau, sering termenung berdiam diri, namun terkadang menunjukan sikap tantrum (ngambek), marahmarah, mudah tersinggung, mengganggu orang lain, atau membuat kacau dan bahkan merusak.

5. Jenis-Jenis Terapi Pada Anak Down Syndrome

Sumber: parenting.dream.co.id

A. Terapi Fisik (Physio Theraphy)

Terapi ini biasanya diperlukan pertama kali bagi anak down syndrome. Dikarenakan mereka mempunyai otot tubuh yang lemas, terapi ini diberikan agar anak dapat berjalan dengan cara yang benar.

Baca Juga  Belajar Psikologi Kepribadian, Untuk mengenal Seseorang Lebih Dalam

B.  Terapi Wicara

Terapi ini perlukan untuk anak down syndrome yang mengalami keterlambatan bicara dan pemahaman kosakata.

C. Terapi Okupasi

Terapi ini diberikan untuk melatih anak dalam hal kemandirian, kognitif/ pemahaman, kemampuan sensorik dan motoriknya.

Kemandirian diberikan kerena pada dasarnya anak down syndrome tergantung pada orang lain atau bahkan terlalu acuh sehingga beraktifitas tanpa ada komunikasi dan tidak memperdulikan orang lain.

Terapi ini membantu anak mengembangkan kekuatan dan koordinasi dengan atau tanpa menggunakan alat.

D. Terapi Remedial

Terapi ini diberikan bagi anak yang mengalami gangguan kemampuan akademis dan yang dijadikan acuan terapi ini adalah bahan-bahan pelajaran dari sekolah biasa.

E.  Terapi Sensori Integrasi

Sensori Integrasi adalah ketidakmampuan mengolah rangsangan/sensori yang diterima. Terapi ini diberikan bagi anak down syndrome yang mengalami gangguan integrasi sensori misalnya pengendalian sikap tubuh, motorik kasar, motorik halus dll.

F.  Terapi Tingkah Laku (Behaviour Theraphy)

Mengajarkan anak down syndrome yang sudah berusia lebih besar agar memahami tingkah laku yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan norma-norma dan aturan yang berlaku di masyarakat.

G. Terapi Akupuntur

Terapi ini dilakukan dengan cara menusuk titik persarafan pada bagian tubuh tertentu dengan jarum. Titik syaraf yang ditusuk disesuaikan dengan kondisi sang anak.

H. Terapi Musik

Terapi musik adalah anak dikenalkan nada, bunyi-bunyian, dll. Anak-anak sangat senang dengan musik maka kegiatan ini akan sangat menyenangkan bagi mereka dengan begitu stimulasi dan daya konsentrasi anak akan meningkat dan mengakibatkan fungsi tubuhnya yang lain juga membaik .

I. Terapi Lumba-Lumba

Terapi ini biasanya dipakai bagi anak Autis tapi hasil yang sangat mengembirakan bagi mereka bisa dicoba untuk anak down syndrome. Sel-sel saraf otak yang awalnya tegang akan menjadi relaks ketika mendengar suara lumba lumba.

J. Terapi Craniosacral

Terapi dengan sentuhan tangan dengan tekanan yang ringan pada syaraf pusat. Dengan terapi ini anak down syndrome diperbaiki metabolisme tubuhnya sehingga daya tahan tubuh lebih meningkat

 

Semoga Bermanfaat!!

 

Sumber: Perilaku Anak Down Syndrome

What Is Down Syndrom?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Bipolar Disorder, Gangguan Mental Yang Wajib Anda Tahu

1. Pengertian Bipolar Gangguan bipolar adalah jenis penyakit dalam keilmuan psikologi, dal…