5 Fakta Kesurupan Menurut Perspektif Psikologis

Fenomena kesurupan belakang ini marak diperbincangkan dalam berbagai media, khususnya kasus kesurupan massal yang terjadi di berbagai daerah dan sering menimpa para pelajar sekolah.
Media massa sering merekam kejadian kesurupan, utamanya yang bersifat masal karena dianggap sebagai peristiwa luar biasa.
Melalui media juga, kita bisa secara kasar melakukan analisis mengenai pristiwa kesurupan yang terjadi seperti misalnya, apa penyebabnya sebagaimana dituturkan oleh sumber berita, kapan waktunya dan dimana tempatnya.
Sebenarnya fenomena kesurupan sudah dikenal sejak lama, orang yang mengalami gangguan mental pada waktu itu dianggap dimasuki oleh roh-roh yang ada disekitar.

Baca Juga: Fakta Tentang Down Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Terapi

Gangguan Kepribadian Paranoid: Penyebab, Obat, Pencegahan

Gangguan Psikomatis: Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahan

Mereka dianggap melakukan kesalahan atau menjadi medium dari roh-roh untuk menyatakan keinginanya. Oleh karena itu mereka sering tidak dianggap sakit sehingga mereka tidak disingkirkan dan dibuang serta masih mendapat tempat dalam masyarakat.
Menurut keyakinan sebagian masyarakat kesurupan merupakan keadaan dimana seseorang diganggu oleh makhluk halus atau setan.
Orang itu menjadi lain dalam hal bicara, perilaku, dan sifatnya; perilakunya menjadi seperti kepribadian orang yang rohnya “memasukinya”.
Dalam ilmu psikologi menyebutnya sebagai suatu mekanisme disosiasi yang dapat menimbulkan kepribadian ganda.
Cara penanganan atau pengobatan menurut masyarakat umum adalah dengan meminta pertolongan pada orang pintar, paranormal, ahli agama, dan orang-orang yang dianggap ahli menanganinya.
Kesurupan dalam tinjauan psikologi merupakan penyakit dan bukan sesuatu yang berbau mistis, khususnya psikiatri.
Kesurupan dalam psikologi dikenal dengan istilah fenomena disosiatif yang diartikan sebagai keadaan psikologis yang ditandai oleh suatu kekacauan atau disosiasi dari fungsi identitas, ingatan, atau kesadaran.
Kondisi tersebut bisa terjadi secara tiba tiba atau secara bertahap, bersifat sementara atau kronis.
Salah satu individu dikatakan sehat secara mental apabila dia merasa utuh dengan dasar satu kepribadian.
Keutuhan diri terdiri dari integrasi dari pikiran, perasaan dan tindakan. Individu harus mampu menselaraskan pikiran, perasaan, dan tindakanya, apabila integrasi terganggu, akibatnya adalah gangguan disosiatif.
Menurut studi yang menyatakan, ketika individu merasa terlepas dari dirinya atau seolah-olah ia seperti bermimpi, maka dapat dikatakan ia memiliki pengalaman disosiatif.
Saya contohkan, jika kesurupan di Indonesia sering terjadi pada siswa atau pelajar sekolah dan bersifat massal.
Faktanya, para siswa sekolahan dalam tahap perkembangan masih dalam rentang usia remaja.
Usia remaja merupakan masa storm and stress, artinya pada masa ini seseorang sangat rentan dengan pengaruh lingkungan sosial.
Tuntutan dari Orang tua, guru, dan teman-teman mungkin saling bertentangan.
Selain itu, anak remaja sebagai individu yang memasuki masa peralihan menuju kedewasaan seringkali mengalami problem psikis apabila kurangnya dukungan psikologis dari orang terdekatnya.
Kesurupan tidak selalu bersifat masal, kesurupan juga bisa bersifat individual.
Dari riset yang pernah penulis lakukan ada seorang pria bernama Aman, mengaku sempat mengalami kesurupan, sebelum kesurupan subjek mengaku jika sedang mempunyai masalah yang membuatnya merasa sangat stres.
Orang kedua Amin, mengaku pernah kesurupan. Saat kejadian itu Amin merasa dalam dirinya ada yang mengendalikan.
Amin mengakui sebelum mengalami kondisi kesurupan, Amin mempunyai berbagai permasalahan yang berat.
Saat itu banyak permasalahan yang dihadapinya. Dan akhirnya permasalahan- permasalahan tersebut membuat subjek tertekan.
Kesurupan adalah fenomena yang sangat mengagumkan dan menarik untuk dibahas. Kuatnya pandangan masyarakat berkaitan dengan dimensi supranatural.
Sebagian masyarakat masih banyak yang menganggap kesurupan sebagai hal yang mistis, yang mana selalu mengait-ngaitkan kesurupan dengan makhluk gaib atau setan. Padahal fenomena kesurupan ini dapat di jelaskan secara ilmiah.
Lalu bagaimanakah fakta fenemona kesurupan menurut pandangan psikologi? Simak penjelasan berikut ini,

A. 5 Fakta Kesurupan Menurut Psikologis

1. Para hli psikiatri pun mengungkapkan jika kesurupan terjadi akibat gangguan psikologis seperti sindrom Tourette dan skizofrenia, juga pengidap kepribadian ganda, psikosis, maniak, dan histeria.

Baca Juga  Memahami Gejala Anhedonia, Tidak Senang Dan Tidak Sedih Dalam Hidup

2. Bahwa penyebab utama kesurupan adalah stres sosial dan mental yang ditekan ke alam bawah sadar sehingga memengaruhi kondisi emosional.

3. Dalam psikologi, menurut Spesialis Kedokteran Jiwa dr Silas Henry Ismanto dari RSUP Dr Sardjito, mengatakan jika kesurupan juga suatu bentuk mekanisme pembelaan ego. Menurut beliau, ini sebagai cara lari dari masalah dan mengurangi stres sementara waktu.

4. Kesurupan bisa menular meski dipicu satu orang. Ini tergolong penyakit yang disebut psikogenik masal, karena bisa menyebar sesuai suatu komunitas tertentu. Misal, lingkungan homogen-bernasib sama atau memiliki penderitaan sama.

5. Kesurupan massal rentan dialami oleh wanita muda yang berada di lingkungan penuh tekanan seperti sekolah atau asrama, juga pekerja pabrik.

Tonton Video - Cara Membaca Bahasa Tubuh

Meskipun cenderung menimpa orang yang labil dan mudah tersugesti, serta mereka yang percaya pada hal gaib secara berlebihan.

B. Cara Pencegahan dan Penyembuhan

Beberapa cara penyembuhan bagi orang kesurupan sebagian besar masyarakat masih menggunakan cara yang lama.

Kebanyakan dari mereka menggunakan metode orang pintar atu biasa yang di sebut dengan dukun, hal itu justru akan memperparah keadaan penderita, mengingat orang sang penyembuh tidak dan bahkan belum tau secara menyeluruh apa penyebab mental penderita terganggu.

Alih-alih mereka hanya menggunakan alibi dengan menyalahkan roh, setan atau makhluk halus lainnya yang menjadi penyebab utama sang penderita.

Baca Juga: Cara Meditasi Ini Bisa Merubah Hidup Anda 365% Lebih Baik.

Kenali Fobia Sosial” Social Anxiety” Ciri Umum, Gejala dan Penanganannya

Bahaya SELF-HARM, Penyakit Yang Melukai Diri Sendiri

Untuk mencegah terjadinya kesurupan pada kalian maupun keluarga, cukup usahakan untuk selalu menciptakan iklim sosial yang baik.

Komunikasi serta nutrisi spiritual perlu kalian tanamkan pada diri sendiri maupun pada anggota keluarga. Biasakan hidup sehat secara fisik dan psikis, sehingga kalian pun selalu konsentrasi setiap hari.

Untuk mengobatinya, biasanya penderita akan dipegang oleh beberapa orang dan diajak berkomunikasi sambil dibacakan beberapa doa.

Memang pengobatan dari segi keagamaan merupakan salah satu metode yang ampuh.

Baca Juga  Self Awareness, Pengertian Dan Manfaatnya Untuk Manusia

Oleh karena itu, untuk pencegahannya pun, sebaiknya dengan meningkatkan kualitas hidup, salah satunya melalui keimanan.

Namun perlu di ingat, jika penderita sudah pada kondisi awal dan normalnya, segeralah bawa ke pskiater untuk pengobatan lebih lanjut, karena memang kondisi penderita tidak baik-baik saja secara mental.

Selalu jaga kondisi pikiran dan kesehatan tubuh kalian ya….!!

 

Semoga Bermanfaat!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Regulasi Diri Dan Aspek Yang Mempengaruhi Manusia

Apa Itu Regulasi Diri? Regulasi diri berkaitan dengan bagaimana seseorang mengaktualisasik…