Diskriminasi: Pengertian, Jenis, Tipe dan Dampak, Lengkap!!

1. Apakah diskriminasi itu?

Pada dasarnya diskriminasi adalah pembedaan perlakuan. Perbedaan perlakuan tersebut bisa disebabkan warna kulit, golongan atau suku, dan bisa pula karena perbedaan jenis kelamin, ekonomi, agama, dan sebagainya.

Diskriminasi adalah perlakuan yang tidak seimbang terhadap perorangan, atau kelompok, berdasarkan sesuatu, biasanya bersifat kategorikal, atau atribut-atribut khas, seperti berdasarkan ras, kesukubangsaan, agama, atau keanggotaan kelas-kelas sosial.

Istilah tersebut biasanya untuk melukiskan, suatu tindakan dari pihak mayoritas yang dominan dalam hubungannya dengan minoritas yang lemah, sehingga dapat dikatakan bahwa perilaku mereka itu bersifat tidak bermoral dan tidak demokratis.

2. Apa saja jenis-jenis diskriminasi yang sering terjadi?

Berbagai jenis diskriminasi yang sering terjadi di masyarakat antara lain tapi tidak terbatas pada:

a. Diskriminasi berdasarkan suku/etnis, ras, dan agama/keyakinan

Kecerdasan Buatan (AI) Berpotensi Menghancurkan Manusia?

b. Diskriminasi berdasarkan jenis kelamin dan gender (peran sosial karena jenis kelamin). Contohnya, anak laki-laki diutamakan untuk mendapatkan akses pendidikan dibanding perempuan; perempuan dianggap hak milik suami setelah menikah; dan lain-lain.

c. Diskriminasi terhadap penyandang cacat. Contoh: penyandang cacat dianggap sakit dan tidak diterima bekerja di instansi pemerintahan.

d. Diskriminasi pada penderita HIV/AIDS. Contoh: penderita HIV/AIDS dikucilkan dari masyarakat dan dianggap sampah masyarakat

e. Diskriminasi karena kasta sosial, Contoh: di India, kasta paling rendah dianggap sampah masyarakat dan dimiskinkan atau dimarjinalkan sehingga kurang memiliki akses untuk menikmati hak asasinya.

Dari jenis-jenis diskriminasi di atas, maka seseorang bisa saja mendapatkan lebih dari satu tindakan diskriminasi.

Misalkan seorang perempuan, dari etnis Tionghoa, beragama Konghucu dan miskin, maka ia mendapatkan perbedaan perlakuan atau diskriminasi karena jenis kelamin, etnis, agama dan status ekonominya sekaligus.

3. Tipe-Tipe Diskriminasi

Menurut Pettigrew dalam Liliweri (2005), terdapat dua tipe diskriminasi yaitu :

  1. Diskriminasi Langsung
    Tindakan membatasi suatu wilayah tertentu, seperti pemukiman, jenis pekerjaan, fasilitas umum dan semacamnya dan juga terjadi manakala pengambil keputusan diarahkan oleh prasangka-prasangka terhadap kelompok tertentu.
  2. Diskriminasi tidak langsung
    Diskriminasi tidak langsung dilaksanakan melalui penciptaan kebijakan- kebijakan yang menghalangi ras / etnik tertentu untuk berhubungan secara bebas dengan kelompok ras / etnik lainnya yang mana aturan dan prosedur yang mereka jalani mengandung bias diskriminasi yang tidak tampak dan mengakibatkan kerugian sistematis bagi komunitas atau kelompok masyarakat tertentu.
Baca Juga  Efek Domino? Usaha membangkitkan kekuatan besar

Baca Juga: Pengertian, Sejarah, dan Aliran Feminisme Lengkap

5 Dampak Jika Negatif Terlalu Berprasangka Buruk

4. Mengapa diskriminasi bisa terjadi?

Diskriminasi seringkali diawali dengan prasangka. Dengan prasangka, kita membuat pembedaan antara kita dengan orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering bilang “kita” dan “mereka”. Pembedaan ini terjadi karena kita adalah makhluk sosial yang secara alami ingin berkumpul dengan orang yang memiliki kemiripan dengan kita.

Prasangka seringkali didasari pada ketidakpahaman, ketidakpedulian pada kelompok “mereka”, atau ketakutan atas perbedaan.

Dengan ketidakpahaman inilah, kita sering membuat generalisasi tentang ‘mereka’, dan membuat semua orang di kelompok ‘mereka’ pasti sama.

Baca Juga: 5 Dampak Jika Negatif Terlalu Berprasangka Buruk

Prasangka makin diperparah dengan cap buruk (stigma/ stereotype). Cap buruk ini lebih didasarkan pada berbagai fakta yang menjurus pada kesamaan pola, sehingga kemudian kita sering menggeneralisasi seseorang atas dasar kelompoknya.

Cap buruk ini sulit diubah, walaupun ada pola positif, berkebalikan dari yang ditanamkan. Cap buruk ini dipelajari seseorang dari pengaruh sosial seperti masyarakat, tetangga, keluarga, orang tua, sekolah, media massa, dll.

Diskriminasi terjadi ketika keyakinan atas cap buruk dan prasangka itu sudah berubah menjadi aksi. Diskriminasi adalah tindakan memperlakukan orang lain tidak adil hanya karena dia berasal dari kelompok sosial tertentu.

5. Apa dampak diskriminasi terhadap seseorang/kelompok?

Seseorang/kelompok yang mendapatkan diskriminasi akan mengalami pengurangan dan penyimpangan atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau pemenuhan hak-hak dasarnya sebagai manusia.

Sejarah telah menunjukkan bahwa tindakan diskriminatif justru membuat tiap individu tidak lagi menjadi manusia atau kehilangan kemanusiaannya, baik pelaku maupun korban diskriminasi.

Diskriminasi juga terjadi atas agama/keyakinan terjadi dalam bentuk pemilahan antara agama yang diakui dan agama yang tidak diakui.

Warga Negara Indonesia yang tidak menganut enam agama mayoritas, mendapatkan stigma sebagai
” atheis ” , ” tidak beragama” , ”animisme/dinamisme”, bahkan ”komunis”.

Akibatnya, pemenuhan hak-hak dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, sipil dan politiknya tidak dapat dipenuhi/berkurang.

Misalnya seorang penghayat keyakinan yang keyakinannya tidak diakui sebagai agama resmi negara, maka ia tidak mendapatkan dokumen kependudukan dan catatan sipil (KK, KTP, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, dll).

Baca Juga  Pengertian Dan Bentuk Pelecehan Seksual Di Tempat Kerja

Sungguh ironi memang!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Empati Adalah? Makna Dan Berbagai Bentuknya

Empati adalah suatu perasaan yang hampir mirip dengan simpati, namun beda. Kira-kira apasi…