Tips -

10 Tips Agar Tidak Mudah Di Bodohi Sosial Media

Halo Gays…. akui saja, kalian pasti memiliki profil tidak hanya satu platform media sosial., ya kan? Statistik ini menunjukkan bahwa setidaknya ada 130 juta pengguna Facebook di Indonesia.

Tidak hanya Facebook, bahkan setiap hari kita membuka aplikasi yang berbeda tidak kurang dari 1 jam.  Namun, kita jarang berpikir apa dampak besar platform media sosial terhadap kehidupan kita.

Dari hobi sederhana yang menghabiskan waktu, jualan, kepoin orang, pamer, narsis, sindir menyindir, berantem, debat kusir dan lain sebagainya hampir dapat dilakukan di sosial media.

Faktanya, media sosial telah memanipulasi hidup kita. Terserah kalian mau percaya atau tidak.

Di sini saya akan memberikan 10 tips sederhana namun sangat bermanfaat tentang cara menyeimbangkan antara kehidupan sosial kalian dan aktivitas kehidupan nyata kalian.

Kecerdasan Buatan (AI) Berpotensi Menghancurkan Manusia?

Biar kalian gak halu- halu amat jadi orang!!

Sumber: www.laruno.com

1. Kurangi membuka umpan berita!!

Platform media sosial memiliki sarana dan alat sendiri yang menarik perhatian kita dan membuat kita menghabiskan waktu berjam-jam menjelajahi halaman baru. Menurut statistik terbaru, remaja menghabiskan hingga 9 jam sehari di platform sosial dan rata-rata orang dewasa menghabiskan hampir dua jam di platform sosial yang berbeda.

Itu lebih dari yang biasa kita habiskan berinteraksi dengan keluarga atau makan.

Jadi mengapa kita melakukan ini? Ini adalah pertanyaan pertama yang harus kita tanyakan pada diri kita sendiri. Tentu saja, ada orang yang hanya perlu melakukannya untuk pekerjaan mereka atau mendukung otak mereka menggunakan gadget dan media sosial.

Tetapi mengapa dari semua cara relaksasi dan hiburan yang ada,  kita lebih memilih untuk menggulir umpan berita yang tak terbatas selama berjam-jam?

Ayo jujur!!  ​​dan akui bahwa sebenarnya kita jarang melihat sesuatu yang baru setiap jam saat kita membuka aplikasi media sosial. Isinya ya cuman gitu-gitu aja kan?

Sumber: www.seruindonesia.com

Baca Juga: 5 Gaya Belajar Manusia Yang Wajib Kalian Tahu

2. Ketahui kesenjangan antara kehidupan media sosial dan kehidupan nyata kalian

Kita sering berbicara tentang gambar tidak realistis yang diposting selebriti, teman, sahabat dan orang lain di media sosial dan betapa berbedanya kehidupan mereka yang sebenarnya.

Baca Juga  Cara Bangun Pagi dengan aturan 20/20/20 - Gerakan Jam 5 Pagi

Namun, kitai jarang berpikir bahwa kita juga melakukan hal yang sama. mungkin kita bisa beralasan bahwa kita hanya ingin berbagi momen paling menyenangkan, indah, dan tanpa cela dalam hidup kita.

Apa dampaknya?
Dengan demikian, orang lain tidak sengaja menciptakan ide kehidupan yang sempurna. Pernahkah kita merasa iri dengan seseorang dan kehidupannya yang sempurna? Mereka mungkin memiliki lebih foto-foto di rumah besar, kulit tubuh dan wajah yang putih, atau mobil yang bagus. Kita semua mengenal mereka.

Tetapi apakah itu nyata? Apakah orang-orang ini benar-benar hidup seperti itu? Sama seperti kita, mereka ingin dunia hanya melihat sisi yang sempurna dan mereka menyembunyikan sisanya. Itulah mengapa sangat penting untuk melihat perbedaan antara citra asli seseorang dan yang mereka coba ciptakan di media sosial.

Sumber: www.medcom.id

3. Ikuti apa yang kalian minati, bukan apa yang populer.

Ada jutaan akun dan halaman berbeda di media sosial. Saat menelusuri media sosial, knda dapat terjebak dalam lingkaran mengikuti satu akun populer satu demi satu.

Sementara orang lain mungkin berpikir bahwa mengikuti kisah seorang selebriti terkenal adalah suatu keharusan.  Mengapa kalian ingin sekali menyaksikan bagaimana enaknya menjalani kehidupan seperti mereka?

Kalian memiliki hidup kalian sendiri dan waktu kalian sangat berharga, jadi curahkanlah untuk hal-hal yang penting, bukan hal-hal yang dianggap populer oleh orang lain. Jangan biarkan media sosial memanipulasi minat dan preferensi kalian.

 

Baca Juga: Belajar Psikologi Kepribadian, Untuk mengenal Seseorang Lebih Dalam

Hippocrates : 4 Karakter Manusia (Melankolis, Koleris, Plegmatis & Sanguinis) Pengertian dan ciri-cirinya!

4. Matikan “mode berbagi.”

Setiap menit dalam hidup kita sangat berharga dan kita selalu ingin berbagi lebih tepatnya pamer hal yang paling menyenangkan dalam kehidupan kita dengan teman-teman kita.

 Tidak peduli apa yang kita lakukan, kita merasa perlu untuk membagikannya di media sosial. Kita tidak memperhatikan apa yang terjadi di sekitar kita karena kita terlalu sibuk memikirkan tagar.

Para ahli mengatakan bahwa orang modern takut teman mereka akan melupakan mereka, takut dibilang kudet (kurang update) dan gak gaooll,  jika mereka tidak muncul di timeline sesering mungkin.

Baca Juga  Memahami "Quarter Life Crisis" Krisis di Usia 20-an Dalam Hidup Anda

hellooo plisss… Jangan mengembangkan rasa takut kehilangan kehidupan atau memberatkan hal yang narsis, apalagi hanya untuk hal remeh temeh. Ketakutan dapat menyebabkan depresi dan kecemasan pada pengguna media sosial.

sementara batasi share tentang apapaun yang terjadi dalam kehidupan kita, kita bisa membagikannya lain waktu.

Sumber: www.fermanaghtrust.org

5. Perbanyak berinteraksi dengan orang di dunia nyata.

Jika kalian tidak tinggal di galaksi yang jauh, cobalah berinteraksi lebih sering dengan orang sungguhan. Selain itu, bukankah lebih nyaman untuk berjalan-jalan atau ngopi dengan teman-teman kalian daripada tetap mengobrol dengan mereka di media sosial? Buatlah koneksi baru. Tatap muka.

Sumber: www.medcom.id

6. Nyalakan hanya pemberitahuan yang paling penting.

Awalnya mungkin terdengar lucu, tetapi mengapa tidak? Mengapa semua notifikasi dihidupkan sepanjang waktu dan melihatnya muncul di layar begitu seseorang menyukai tautan atau memposting berita hoax? Jika kalian sudah ada niat untuk mengurangi apa yang kalian lakukan saat ini untuk membuka aplikasi media sosial, pastikan itu untuk alasan yang baik.

Jika kalian bisa menghargai waktu kalian, kalian mungkin ingin membatasi jumlah waktu yang kalian habiskan di media sosial hingga 30 menit sehari.

Saya yakin, kalian tidak akan melewatkan apa pun jika kalian mematikan notifikasi. Gak akan ada berita apa-apa yang berubah.!!

Selain itu, kalian akan lebih fokus pada pekerjaan atau hobi kalian karena kalian tidak akan terganggu oleh notifikasi tanpa henti dari aplikasi yang berbeda.

Baca juga: Waspada! ini 11 Penjelasan Arti Mimpi Secara Psikologis

7. Ketahui kapan harus membawa gadget dan menghabiskan banyak waktu untuk hobi.

Teknologi memberi kita berbagai cara berinteraksi dengan orang-orang dan membantu kita tetap berhubungan dengan teman-teman. Namun, sangat penting untuk memahami bahwa kita membiarkan gadget menghabiskan waktu luang kita dengan sia-sia.

Sumber: www.jalantikus.com

 

8. Jangan menjadi target yang mudah untuk iklan online.

Mereka ada di mana-mana bahkan jika kalian memiliki aplikasi khusus yang memblokir sebagian besar iklan. Apa pun situs web atau aplikasi sosial yang kalian buka, kalian akan melihat iklan yang ditargetkan. Perusahaan menghabiskan jutaan dolar untuk menarik pelanggan target mereka dan meyakinkan mereka untuk membeli barang.

Namun, kategori sasaran yang paling rentan adalah anak-anak dan remaja. Saat kita membiarkan anak dan adik kita menggunakan telepon, ingatlah bahwa mereka mungkin ingin menjelajah sedikit lebih dari yang seharusnya. Merek-merek besar ingin masuk ke dalam kepala anak-anak karena memang targetnya.


Adapun orang dewasa, perusahaan besar mendasarkan iklan mereka pada preferensi kalian, suka, dan berbagi pada umpan media sosial. Semakin banyak kalian melihat iklan, semakin kuat keinginan kalian untuk membeli.

Bersikaplah moderat dan ingatlah bahwa kadang-kadang perusahaan mengiklankan hal-hal yang bahkan tidak kalian butuhkan.

Sumber: www.kerjayuk.com

9. Promosikan perilaku online yang aman.

Kalian dapat melakukan apa pun yang kalian inginkan di internet. Di sisi lain, kalian bisa ditipu, dibohongi, dimanipulasi, dan bahkan diintimidasi.

Salah satu bahaya yang bisa kalian hadapi adalah cyberbullying. Menurut penelitian hampir  45% anak-anak mengakui bahwa mereka pernah mengalami intimidasi online, bahkan dari temannya sendiri. 

Itulah mengapa sangat penting untuk menggunakan internet dengan bijak. Sangat penting untuk melindungi anak-anak dari penderitaan di tangan cyberbullies.

Bagaimana apakah kalian sudah menemukan keseimbangan sempurna antara media sosial dan kehidupan nyata? Atau apakah kalian tetap lebih tertarik menjadi pecandu layar? Bagikan kritik dan saran kalian di komentar.

10 . Cari informasi lain selain dari Media sosial

Media sosial umumnya memang digunakan untuk mendapatkan informasi terbaru, jika Anda menggunakan media sosial untuk itu, maka carilah alternatif lain untuk mendapatkan info. Anda bisa membaca situs berita (bukan dari akun media sosial), membaca koran, atau menonton berita di televisi.

Sumber: www.medium.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Balas Dendam: Tips Sehat Melakukan Pembalasan

Balas dendam yang paling baik adalah hidup dengan baik. Entah itu kutipan dari siapa, saya…