DEPRESI !! Kenali Gejala, Jenis Dan Cara Mengatasinya

Apa itu Depresi?

Depresi adalah gangguan psikologis yang paling umum ditemui.  Depresi merupakan gangguan yang terutama ditandai oleh kondisi emosi sedih dan muram serta terkait dengan gejala-gejala kognitif, fisik, dan interpersonal.

Depresi adalah kondisi yang mengambarkan kelainan mood, dan pada akhirnya menyebabkan perasaan sedih, resah dan hilang minat yang berlangsung cukup lama.

Depresi sendiri dapat mempengaruhi perasaan kalian, cara berpikir dan perilaku kalian, serta dapat membuat kalian mempunyai berbagai masalah emosi dan fisik secara tiba-tiba.

Umumnya depresi digambarkan dengan rasa sedih berlangsung dalam beberapa hari atau minggu, mengganggu pekerjaan kalian atau kegiatan sosial kalian dengan keluarga atau teman

Pada beberapa kasus parah orang yang menderita depresi berpikir untuk bunuh diri.

Rubah Hidupmu Cukup Dengarkan 5 Menit

 

Baca Juga: Pasanganmu POSESIF? Putusin Aja!! Kenali 6 Tanda Sifat Posesif Pada Pasanganmu.

Bersyukur Bikin SUKSES!!10 Alasan Kenapa Kalian Wajib Bersyukur! 

WARNING: BISA JADI ANDA STRESS!! Kenali gejala, penyebab dan cara penyembuhan!!

 

Tanda Gejala Depresi

Depresi adalah kondisi abnonormal yang dapat menimbulkan berbgai gejala pada setiap orang. Misalnya, saat mengalami depresi sebagian orang akan tidur lebih banyak, selain itu gejala lainnya yaitu menimbulkan lemahnya nafsu makan dan sulit tidur. Namun, akan terjadi beberapa tanda awal gejala deprsi, diantaranya:

  • Susah berkonsentrasi
  • Pikiran kosong dan meraa sedih
  • Terlihat tidak bahagia dan tidak inggin hiburan
  • Putus asa dan merasa masa depannya buruk
  • Tidak ada energi
  • Sulit tidur karena selalu gelisah
  • hilangnya gairah seks
  • Pada kasus yang berat merasa ingin bunuh diri dan mengakhiri hidup

Biasanya pada orang dengan depresi, gejala ini berlangsung lama hingga 2 minggu atau lebih. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Seiring dengan memburuknya depresi, setiap orang akan kehilangan minat terhadap semakin banyak hal dan akhirnya orang tersebut dapat kehilangan minat terhadap makan, minum dan seks.

Selain itu, terkait dengan aspek pikiran, orang depresi akan memusatkan perhatian dan kemungkinan kemungkinan dan aspek-aspek buruk dalam hidupnya dan lingkungan.

orang depresi akan selalu membayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi di masa depannya.

Hal ini kemudian mendorong orang depresi untuk berpikir yang depresif, seperti memandang diri buruk, pesimis terhadap masa depan, merasa bersalah berlebihan, dan pola-pola perilaku yang menghukum dirinya sendiri.

Baca Juga  10 Tips Agar Tidak Mudah Di"BODOHI" Oleh Sosial Media

Dalam depresi yang berat, kondisi pikiran ini akan mengarah pada membayangkan untuk bunuh diri dan kadang bahkan pada percobaan bunuh diri

Menurut penelitian, depresi mulai banyak muncul pada masa remaja. Para peneliti menduga tingginya angka depresi pada remaja terkait dengan meningkatnya angka perceraian, tuntutan akademis, dan tekanan sosial.

dan nanti akan berlanjut pada masa yang matang, seperti stress karena pekerjaan, beban hidup dan perceraian.

Sumber:www.aubreymarcus.com

Jenis- jenis Depresi

Menurut penelitian, ada beberapa jenis-jenis depresi menurut tingkatan dan gejala yang dirasa penderita. Pskiater telah membaginya menjadi 2 jenis diantaranya:

1. Depresi normal disebabkan oleh trauma

Sebenarnya, depresi merupakan gejala yang wajar sebagai respon normal terhadap pengalaman hidup negatif seperti kehilangan anggota keluarga, benda berharga atau status sosial.

Gejala-gejala depresi normal karena trauma bisa dilihat, seperti perasaan-perasaan tidak bersemangat, sedih, merasa tanpa harapan, dan lain-lain biasanya tidak berlangsung lama.  Ketika seorang individu berhasil mengatasi gejalagejala tersebut, suatu cara pandang baru yang lebih dewasa akan muncul.

2. Depresi abnormal menurut tingkatanya

Psikiatri membedakan dua jenis depresi abnormal, yaitu depresi mayor (unipolar) dan depresi mania (bipolar). Dalam kasus depresi mayor, individu akan mengalami kesedihan yang mendalam, kehilangan gairah terhadap hal-hal yang menyenangkan atau yang dulu diminati.

Depresi mania adalah depresi mayor yang diselingi periode periode mania, yang ditandai dengan perasaan gembira, optimisme, dan gairah meluap-luap yang berlebihan.

 

Faktor Resiko Depresi

Depresi adalah kondisi yang juga memiliki banyak faktor penyebab dan resikonya.

Meskipun depresi lebih sering muncul pada usia remaja, namun depresi dapat muncul disegala usisa. Wanita lebih banyak mengalami depresi dibandingkan dengan laki-laki.

Sumber: www.researchgate.com

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko depresi antara lain:

  • Mempunyai riwayat keluarga kelainan mental, seperti cemas berlebih,  nafsu  makan terganggu, atau riwayat stres pasca trauma.
  • mengkonsusmsi banyak alkohol dan mengkonsumsi obat terlarang
  • Memiliki beberapa ciri kepribadian buruk, seperti rendah diri, ketergantungan dan pesimistik
  • Mempunyai penyakit kronis, seperti kanker, stroke,  jantung, nyeri kronis
  • Mengkonsumsi obat-obat tertentu seperti obat tekanan darah tinggi atau obat tidur
  • penah mengalami traumatik atau yang dapat membuat stress, seperti kekerasan seksual pada penderita, kematian, masalah keuangan atau kehilangan orang yang disayang.
  • Mempunyai riwayat hubungan darah dengan penderita depresi, bipolar, traumatik dan percobaan bunuh diri.
Baca Juga  Pengertian Motivasi, Jenis, Fungsi, Faktor Dan Ciri-Ciri Menurut Para Ahli.

 

Baca Juga: WARNING: BISA JADI ANDA STRESS!! Kenali gejala, penyebab dan cara penyembuhan!!

Cara mengobati depresi

Berikut adalah pola hidup yang dapat membantu  mengatasi depresi:

1. Meditasi

Sumber: www.phsycologitoday.com

Hal yang paling penting dibutuhkan saat Anda mengalami depresi adalah ketenangan hati dan jiwa. Salah satunya  adalah dengan cara melakukan meditasi.

Beberapa penelitian menunjukan bahwa meditasi dapat mencegah kambuhnya depresi. Mampu membuat Anda merasa lebih tenang sama halnya mengkonsumsi obat penenang.

Namun dalam melakukan meditasi haruslah dilakukan dengan baik dan konsisten. Jangan hanya dilakukan saat butuh saja. Anda harus menjadikan meditasi sebagai rutinitas anda.

Dan untuk anda yang beragama Islam, melakukan zikir dan wirid merupakan salah satu bentuk meditasi yang sesuai dengan ajaran.  Rutinkan berzikir  anda sepanjang beraktivitas, maka hati pun akan terasa lebih tenang dan nyaman.

 

2. Olahraga Ringan

Olahraga secara rutin tidak hanya bisa menyehatkan badan. Tapi, juga dapat mengatasi depresi. baik itu depresi ringan  atau depresi sedang. Lakukan olahraga ini setiap pagi.

Uasahakan olahraga pagi, karena saat pagi udara masih cukup segar dan belum banyak terkontaminasi asap kendaraan.

Usahakan juga untuk berolahraga di daerah yang masih terdapat banyak pepohonan. akan ada banyak oksigen segar yang bisa dihirup sambil berolahraga.

Olahraga yang anda lakukan  tidak harus yang berat. Berjalan kaki atau berlari lari kecil mengelilingi komplek pemukiman sudah cukup membantu. Anda juga dapat melakukan jogging ringan jika rumah ada dekat dengan taman.

 

3. Mengatur Asupan Makan

Mengkonsumi makanan tertentu juga dapat mengurangi tingkat depresi seseorang. Tentu bukan sembarang makanan, namun perlu makanan yang mengandung selenium dan magnesium tinggi. Kedua kandungan dalam makanan tersebut punya efek yang baik untuk menyembuhkan depresi.

Jenis makanan yang banyak mengandung selenium antara lain kacang-kacangan, gandum, dan ikan tuna. Sementara untuk makanan yang banyak mengandung magnesium adalah cokelat, biji bunga matahari, kerang, dan biji labu.

Jadi, rutinkan makanan yang banyak mengandung mineral agar tingkat deresi dapat menurun.

 

4. Seringlah bercerita

Sumber: www.hipwee.com

Apa pun hal yang terjadi dalam hidup anda, dan membebani pikiran Anda, seringlah bercerita kepada teman atau kerabat.  Depresi bisa saja muncul akibat anda terlalu banyak menyimpan beban pikiran  sendirian.

Berbagilah dengan keluarga atau pasangan anda. Maka, beban yang ada bisa mulai berkurang.

Baca Juga  Belajar Membaca BAHASA TUBUH Bisa Bikin Ketagihan - Begini caranya!

Anda dapat menceritakan beban yang ada dalam pikiran anda setahap demi setahap. Ceritakan apa yang memang Anda ingin ceritakan. Jika ada sesuatu yang masih ingin anda disimpan, silakan anda simpan dahulu.

Saat nanti Anda sudah siap untuk mengeluarkan semuanya, lakukan saja. Karena jika anda terlalu lama menyimpan beban jelas tidak sehat untuk jiwa Anda.

 

5. Mengkonsusmi Minyak Ikan

Selain selenium dan magnesium, penderita depresi juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan asam  dan lemak omega 3.

penelitian menunjukkan bahwa kekurangan asupan asam lemak dalam jumlah tertentu bisa memicu munculnya depresi.

Ikan salmon merupakan salah satu penyumbang asam lemak omega 3 yang cukup banyak. Kandungan yang sama juga bisa Anda dapatkan pada ikan tuna dan ikan haring.

 

6. Berlibur

Sumber: www.merdeka.com

Salah satu cara mengatasi depresi yang paling menyenangkan adalah dengan berlibur. Dengan berlibur, hati dan pikiran biasanya akan lebih tenang dan bahagia.

Tak heran jika di setiap libur panjang banyak orang yang memilih berlibur ke luar kota. Mereka menuju tempat-tempat yang bisa dijadikan sarana mengurangi kadar stres saat bekerja.

Stres yang dibiarkan berlarut- larut akan berubah menjadi depresi yang akut. Maka hindarilah dengan lebih banyak berlibur.

 

7. Berusaha Menerima

Tidak ada tempat bersandar yang terbaik selain kepada Tuhan. Serahkan semua kehidupan yang Anda jalani hanya kepada Tuhan dan yakinkan bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepada seluruh hambanya.

Dengan menyerahkan dan bersyukur semuanya kepada ketetapan yang sudah digariskan, maka pikiran Anda pun tidak akan terbebani lagi oleh berbagai masalah hidup. Hati pun akan lebih damai dan tenang karena anda sudah bisa menerima.

Selain itu ada beberapa tips yang dapat penderita depersi lakukan dirumah, antara lain:

  • Hindari menyendiri
  • Buatlah hidup lebih sederhana dan banyak bersyukur
  • Olahraga yang teratur
  • Mengkonsumsi makanan sehat
  • Belajarl untuk hidup lebih santai dan mengurangi tekanan stress
  • Hindari membuat keputusan saat mental sedang lemah
  • Menghubungi dokter jika keadaan memburuk
  • Menghubbungi dokter jika mengalami efek samping obat
  • Menghubungi dokte segera jika berpikir untuk bunuh diri atau membunuh atau menyakiti orang lain
  • Mengubungi dokter segera jika merasakan gejala seperti mendengar suara, melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau merasakan ketakutan berlebih

 

Semoga bermanfaat!!

 

Sumber: Perfeksionisme, harga diri dan kecenderungan depresi

Apa Pendapatmu?

Check Also

WARNING: BISA JADI ANDA STRESS!! Kenali gejala, penyebab dan cara penyembuhan!!

Pada umumnya, setiap orang pernah mengalami perasaan tertekan atau mengalami ketegangan ya…