Cara Menangani Dan Menghadapi Seseorang Dalam Kondisi Denial (Penyangkalan)

Denial adalah salah satu pertahanan ego yang  dapatmembuat seseorang menolak realita yang ada meski ia sudah tahu realita sebenarnya. Denial bisanya di sebut sebagai penyangkalan.

Umumnya kondisi denial terjadi saat seseorang menghadapi suatu kejadian yang sangat menyedihkan maupun menyakitkan. Karena terlalu sedih dan sakitnya, seseorang kemudian menyangkal realita dan bahkan tidak jarang juga emosi dan perasaan yang mengikutinya.

Misalnya, Yunus pernah bertengkar hebat dengan pasangannya karena dia berselingkuh dengan pria lain. Pasangannya sudah minta maaf dan mencoba memperbaiki hubungan dengannya. Yunus pun berkata ia sudah memaafkannya.

Namun demikian, meski pasangannya sudah tidak berselingkuh lagi, Yunus diam-diam masih mencurigai dan memata-matai pasangannya. Setiap kali pasangannya merasa risih dan komplain, ia malah berkelit dan memulai keributan dengan menuduh pasangannya selingkuh lagi dengan perempuan lain.

Hal ini terjadi berulang kali hingga hubungannya denganpasangannya jadi semakin merenggang. Pertanyaannya: apa menurutmu Yunus sudah sepenuhnya memaafkan suaminya?

Tonton Video - Cara Membaca Bahasa Tubuh

Sebagai salah satu bentuk mekanisme dan sistem pertahanan ego, sangatlah penting bagi kalian untuk menyadari kemunculan denial ini. Dengan mencoba mengamati suatu kejadian melalui sudut pandang lain, kalian akan merasa terbantu untuk menghadapi kemunculan denial pada diri kalian.

Tetapi , bagaimana jika denial terjadi pada orang terdekat kita?, orang yang kita sayangi? Saat seseorang menolak realita, kemungkinan untuk menjalankan hubungan dan berperilaku kurang sehat akan semakin besar.

Hal-hal tersebut yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain seperti menjadi kasar, berusaha dan ada keinginan melukai orang lain, atau mencoba mengakhiri hidup bisa mungkin terjadi ketika seseorang benar-benar terpisah dan menyangkal realita.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak segera menyadari efek membahayakan dari denial ini. Oleh sebab itu, ketika kalian menyadari bahwa orang yang kalian sayangi sedang berada dalam kondisi denial, kalian bisa coba mengatasinya dengan 5 cara berikut:

1. Mengumpulkan Informasi

Bagi kalian, untuk membantu seseorang yang sedang mengalami denial, kalian harus mengetahui berbagai fakta, kondisi serta kejadian yang sesungguhnya. Dengan begitu, kalian bisa membantunya untuk cross check dengan realita.

Misalnya, Yunus lebih dari seminggu terus menerus mengkonsumsi dan memakan junk food. Padahal Yunus  biasanya jarang sekali memesan junk food. Perubahan ini mungkin membuat kalian bertanya-tanya. Setelah dicari tahu, ternyata itu adalah bentuk denial-nya Yunus ketika menghadapi kenyataan bahwa dia divonis menderita kanker stadium akhir.

Baca Juga  Intuisi Adalah : Pengertian Lengkap dan Cara Mempertajam Insting Anda

Untuk beberapa mengumpulkan informasi, kalian bisa awali dengan menanyakan mengenai perubahan yang terjadi secara halus seperti, “Kalian sudah ga bawa makanan dari rumah lagi?”, atau “Kalian lagi bosan dengan restoran kemarin ya?” Ketika kalian melihat keadaannya mulai mengkhawatirkan dan jawaban yang diberikan kurang memuaskan, kalian bisa mencoba cari tahu dari orang lain yang cukup dekat dengannya; pasangannya, pacarnya, orangtuanya atau mungkin teman dekat lainnya.

Dari perbedaan informasi yang diterima, kalian bisa mengetahui informasi mana saja yang dia tolak dan kurang lebih apa penyebabnya dia menolak informasi tersebut sebagai bagian dari realita.

2. Membuat Rencana

Untuk kalian buatlah rencana untuk menarik dirinya ke realita yang perlu dihadapi secara perlahan. Catat hal apa saja yang sering dia tolak dan tuliskan fakta yang perlu diketahuinya. Coba kalian tuliskan juga rencana yang bisa kalian lakukan, seperti memberikan penjelasan secara perlahan setiap kali dia menolak hal tersebut, atau mungkin terus menerus menceritakan kenyataan yang sebenarnya dalam bentuk cerita atau metafor.

Namun, yang perlu diingat adalah jika tidak selalau ada cara yang cocok untuk diaplikasikan ke semua orang. Jadi, jika sebuah rencana yang dijalankan malah menimbulkan masalah baru, lebih baik kalian menghentikannya.

Pada kasus Yunus yang saya bahas di paragraf awal, kalian bisa berencana untuk ngobrol santai mengenai hubungannya dengan istrinya ketika memergoki Yunus mengecek social mediaistrinyanya. Kalian juga bisa meluangkan waktu untuk bertemu istrinya ketika ia mengantarkan di kantor sehingga bisa memberikan pujian mengenai betapa baik dan rajin istrinya untuk mengantarkan setiap hari.

Merawat dan memahami seseorang yang mengalami kondisi denial sangat diperlukan kerjasama dengan orang terdekat lainnya atau keluarganya. Dengan begitu, intervensi bisa langsung dilakukan ketika dia mencoba melakukan kegiatan yang membahayakan atau menyakiti dirinya sendiri atau juga orang lain.

Kalian juga bisa merencanakan perawatannya jika dia sudah mencapai kondisi yang mengkhawatirkan sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup seperti bekerja, memenuhi nutrisinya, menjaga kebersihan tubuh, atau ketika mempunyai resiko membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

Baca Juga  Autism Spectrum Disorder: Pengertian, Gejala dan Karakteristik Lengkap!

BACA JUGA: TERNYATA Tubuh Akan Mengalami 5 Hal Ini Saat Patah Hati!! Bagaimana Cara Menyembuhkan??

10 Tips Menjadi Cewek Cerdas dan Berkelas

Memahami “Quarter Life Crisis” Krisis di Usia 20-an Dalam Hidup Anda

3. Bertanya dan Tunjukan Faktanya

Kalian bisa mulai dengan memberikan pertanyaan yang menjurus mengenai kondisi dia secara halus. Pada kasus Yunus ke 2, kalian mungkin bisa bertanya, “Apa kau yakin kau boleh makan banyak junk food?”, atau “Apa kau merasa baik-baik saja dengan makan junk food?”. Dengan bertanya seperti itu, kalian bisa memberikannya ruang untuk memikirkan kembali kejadian tersebut. Secara perlahan, kalian bisa memberikannya fakta sedikit demi sedikit. Berikan di fakta tanpa penghakiman, tanpa emosi. Mungkin saja dengan begitu dia bisa menjadi membuka diri dan menerima kenyataan tersebut sedikit demi sedikit.

4. Beritahukan Kekhawatir Kalian

Kebanyakan orang yang berada dalam kondisi denial biasanya merasa bahwa dirinya baik-baik saja. Berhadapan dengan mereka akan sangat melelahkan karena dia tidak sadar bahwa dia sedang menutupi kenyataan yang ada dengan hal lain yang dibuatnya.

Setiap kali kalian merasa lelah menghadapinya, coba beritahukan kepadanya betapa kalian mengkhawatirkan dan peduli terhadap dirinya. “Aku sedih jika kamu marah-marah seperti ini terus”, atau “Aku khawatir jika begini terus, hubunganmu bisa menjadi semakin rusak.” dan sebagainya.

Cara ini akan sedikit membantu menyadarkannya akan masalah yang bisa saja terjadi (atau sedang terjadi) jika dia terus melakukan hal tersebut. Dan semoga dari cara ini dia bisa mencoba untuk keluar dari kondisinya yang denial tersebut.

5. Memberikan Bantuan kepadanya dengan Tangan Terbuka

Saat berkomunikasi dengan mereka sang dennial, berikanlah dia ruang dan kesempatan agar dia merasa aman, nyaman, dan berikan juga diri mereka dukungan untuk mengekspresikan perasaan mereka dan menjadi diri mereka sendiri.

Cobalah terima diri mereka dengan tangan terbuka, dengan begitu mereka akan membuka diri merekaperlahan-lahan dan keluar dari penyangkalannya.

Selain itu, ketika sedang membantu mereka, cobalah fokus pada tujuan kita, temukan alasan mengapa kita mau melakukannya, dan selalu menjaga setiap niat baik kita agar tetap ada untuk mereka meski hasilnya dan juga reaksinya tidak selalu sesuai dengan harapan kita.

Baca Juga  Self Hipnosis : Cara mudah memprogram ulang pikiran bawah sadar Anda

Sudah tentu saat berhadapan dengan orang yang sedang dalam kondisi denial pasti menguras tenaga dan perhatian kalian.

Tetapi, jika kalian tetap memberikan perhatian kalian dengan cara yang tepat semoga dia bisa keluar dari kondisi denial lebih cepat, dan merasa cukup kuat dan percaya diri untuk menerima kenyataan, serta bisa kembali berhubungan baik dengan orang-orang  yang adadi sekitarnya.

Apakah saat ini kalian sedang berhubungan dengan orang yang sedang dalam kondisi denial? Seberapa parahkah mereke? dan kira-kira langkah apa yang ingin kalianlakukan? Yuk share cerita kalian di kolom komentar!!

Semoga Bermanfaat!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Regulasi Diri Dan Aspek Yang Mempengaruhi Manusia

Apa Itu Regulasi Diri? Regulasi diri berkaitan dengan bagaimana seseorang mengaktualisasik…