Bunuh Diri, Faktor Dan Pencegahannya

Bunuh diri merupakan cara yang dilakukan seseorang untuk mengakhiri hidupnya. Mereka yang memutuskan untuk melakukannya dengan cara menggantung diri, minum obat-obatan melebihi dosis, menenggak cairan beracun, atau menggunakan senjata. Pria berusia 40-an hingga 50-an tahun memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk melakukan percobaan bunuh diri.

A. Pengertian Bunuh Diri

Bunuh diri didefinisikan sebagai usaha seseorang untuk mengakhiri hidupnya dengan cara suka rela atau sengaja. Kata Suicide berasal dari kata latin Sui yang berarti diri (self), dan kata Caedere yang berarti membunuh (to kill).

Berikut merupakan beberapa definisi mengenai bunuh diri yang diambil dari beberapa kamus dan ensiklopedi:

  • Pembunuhan secara simbolis, karena ada peristiwa identifikasi dengan seseorang yang dibenci, dengan membunuh diri sendiri orang yang bersangkutan secara simbolis membunuh orang yang dibencinya.
  • Satu jalan untuk mengatasi macam-macam kesulitan pribadi, misalnya berupa rasa kesepian, dendam, takut, kesakitan fisik, dosa dan lain-lain.
  • Keinginan yang mendorong suatu perbuatan untuk melakukan destruksi/pengrusakan diri sendiri.
  • Inisiasi perbuatan yang mengarah pada motivasi kematian, membunuh, dan dibunuh.
  • Keadaan hilangnya kemauan untuk hidup.
  • Suatu derajat sentral dari keputusan pelaku yang memutuskan untuk memprakarsai satu perbuatan mengarah pada kematian sendiri.
  • Derajat ketegasan dan ketegaran keputusan untuk memprakarsai perbuatan yang mengarah pada kematian sendiri.
  • Kemauan berbuat mengarah pada kematian sendiri.
  • Efektifitas satu perbuatan yang disengaja dan bertujuan, yang mengakibatkan kematian.

Bunuh diri juga dapat disimpulkan adalah usaha seseorang untuk menyakiti dirinya sendiri dengan tujuan untuk meniadakan atau menghilangkan nyawanya sendiri, hal ini biasanya dilakukan atas dasar motivasi-motivasi tertentu seperti menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Baca Juga:

Yakin ingatanmu Asli ?

B. Bunuh Diri Dan Jenisnya

Bunuh diri dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu:

  1. Bunuh diri egoistik, yaitu bunuh diri yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa kepentingan seseorang lebih tinggi dari pada kepentingan kesatuan sosialnya,
  2. Bunuh diri altruistik, yaitu bunuh diri karena adanya perasaan integrasi antar sesama orang yang satu dengan yang lainnya sehingga menciptakan masyarakat yang memiliki integritas yang kuat, misalnya bunuh diri harakiri di Jepang,
  3. Bunuh diri anomi, yaitu tipe bunuh diri yang lebih terfokus pada keadaan moral dimana seseorang yang bersangkutan kehilangan cita-cita, tujuan dan norma dalam hidupnya,
  4. Bunuh diri fatalistik, tipe bunuh diri fatalistik terjadi ketika nilai dan norma yang berlaku di masyarakat meningkat dan terasa
Baca Juga  Fakta Tentang Down Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Terapi

Sedangkan dalam penggolongannya dapat digolongkan dalam dua tipe, yaitu :

1. Konvensional

Merupakan produk dari tradisi dan paksaan dari opini umum untuk mengikuti kriteria kepantasan, kepastian sosial dan tuntutan sosial. Misalnya harakiri yang dilakukan di Jepang, mati obong yang dilakukan semasa kerajaan jawa-bali untuk menunjukkan kesetian pada suami yang telah meninggal.  Ataupun Suttee atau membakar diri sendiri yang dilakukan oleh janda di India tengah pada saat penguburan suaminya.

Teknik sudah banyak yang dihapuskan, sebagian dipengaruhi bangsa-bangsa lain atau oleh tekanan bangsa lain, dan sebagian lagi karena adanya banyak perubahan pada kondisi-kondisi sosial.

2. Personal

Bunuh diri ini banyak terjadi pada masa modern, karena orang merasa lebih bebas dan tidak mau tunduk pada aturan dan tabu perilaku terentu. Orang tidak ingin terikat oleh kebiasaan-kebiasaan dan konvensi-konvensi yang ada untuk memecahkan kesulitan hidupnya. Sebaliknya, mereka mencari jalan singkat dengan caranya sendiri, yaitu untuk mengatasi kesulitan hidupnya, atas keputusannya sendiri.

Karena itu peristiwa ini adalah bentuk kegagalan seseorang dalam upayanya menyesuaikan diri terhadap tekanan-tekanan sosial dan tuntutan-tuntutan

Dari jenis dan golongan di atas terdapat pula yang dilakukan dengan adanya bantuan dari seorang dokter atau tenaga medis, yang umumnya ini disebut Euthanasia, yaitu tindakan menghilangkan rasa sakit pada penderita penyakit yang sulit diobati atau menderita sakit keras. Ada dua tipe Eutanasia yaitu Eutanasia aktif dan Eutanasia pasif.

Eutanasia aktif terjadi apabila kematian disebabkan oleh suatu usaha yang dengan sengaja dilakukan untuk mengakhiri hidup seseorang, seperti dengan injeksi obat yang mematikan dan Eutanasia pasif terjadi ketika seseorang diizinkan mati dengan mencabut perawatan yang tersedia, seperti perlengkapan terapi penopang hidup misal mencabut alat bantu pernafasan.

C. Cara Dan Bentuk Bunuh Diri

Metode yang digunakan yang umumnya selain memiliki fungsi untuk mengakhiri hidup juga memiliki makna tersendiri seperti motif atau harapan yang mendasari. Secara umum cara yang digunakan untuk bunuh diri yaitu sebagai berikut:

  • Gantung diri
  • Melukai diri dengan benda tajam seperti tradisi harakiri di jepang, memotong urat nadi, atau menembak dirinya dengan senjata api atau pistol,
  • Menelan racun atau obat-obatan sampai over dosis,
  • Menjatuhkan diri dari atap gedung
  • Membakar diri
  • Menabrakkan diri

D. Faktor Yang Mempengaruhi Percobaan Bunuh Diri

Bunuh diri sendiri terdapat banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukanya, di antaranya:

Baca Juga  Retradasi Mental "Keterbelakangan Mental Menurut Pengertian Umum"

1. Adanya gangguan psikologis

Gangguan psikologis dapat menimbulkan tindakan-tindakan berbahaya, baik itu merupakan tindakan yang mematikan, maupun yang tidak mematikan. Depresi dan skizophrenia merupakan gangguan psikologis yang sering berkaitan dengan percobaan mengakhiri hidup.

2. Penggunaan alkohol dan narkotik

Pengaruh penggunaan alkohol dan narkotik merupakan factor yang sangat penting dalam percobaan bunuh diri, hal ini dapat dilihat dari berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan narkotik dan obat- obatan lainnya ikut ambil bagian dalam kasus bunuh diri.

3. Krisis kepribadian

Meskipun hubungan antara krisis kepribadian dan bunuh diri belum diyakini secara umum, tapi beberapa penelitian terkini menunjukkan bahwa krisis kepribadian merupakan faktor penting dalam melakukan percobaan bunuh diri.

4. Penyakit-penyakit jasmani

Penyakit-penyakit jasmani termasuk hal-hal yang paling sering mengakibatkan percobaan pembunuhan dirinya sendiri, khususnya bagi orang-orang tua Rasa sakit merupakan faktor penting dalam sekitar 20% dari kasus suicide yang dilakukan orang-orang tua. banyak riset yang mengkaji hubungan antara penyakit jasmani yang kronis dan percobaan pembunuhan diri sendiri.

5. Faktor-faktor genetis

Meskipun tindakan tersebut yang dilakukan salah satu anggota keluarga atau kerabat bukanlah sebab langsung bagi percobaan pembunuhan ini, namun para anggota keluarga ini lebih rentan terhadap tindakan negatif ini dari pada yang lain. Hal ini mengacu pada kenyataan bahwa depresi dan adanya penyakit-penyakit lainnya.

6. Perubahan dalam bursa kerja

Revolusi ekonomi dan teknologi yang terjadi di dunia telah membawa dampak positif dan negatif, disengaja dan tidak sengaja, baik dalam bidang ekonomi, sosial, kejiwaan, politik dan budaya. Semua ini mempengaruhi kesehatan penduduk dunia, diantara permasalahan serius yang dihadapi dunia secara bersama adalah semakin bertambahnya jumlah pengangguran. Krisis moneter dan ekonomi di dunia mengakibatkan bertambahnya pengangguran dan menimbulkan bahaya yang serius.

7. Kondisi keluarga

Kebanyakan remaja yang memiliki prilaku dan ingin melakukan pembunuhan dalam dirinya karena menghadapi berbagai problem keluarga yang membawa mereka kepada kebimbangan tentang harga diri, serta menumbuhkan perasaan bahwa mereka tidak disukai, tidak diperlukan, tidak dipahami dan tidak dicintai. Hilangnya cinta kadang ikut berperan bagi perkembangan percobaan pembunuhan. Kehilangan cinta ini bisa terjadi karena faktor kematian, perceraian, atau menurunnya kasih sayang orang tua.

8. Pengaruh media massa

Berita tentang pembunuhan kadang dapat memicu tindakan tersebut, terutama bagi orang-orang yang memang telah mempersiapkan diri untuk melakukannya. Ketika mereka tahu bahwa orang yangmeinggal karena membunuh dirinya sendiri sebelumnya hidup dengan posisi dan keadaan yang sama dengan yang mereka alami, maka itu bisa mendorong mereka untuk meniru dan melakukan perbuatan yang sama.

Baca Juga  5 Menit Menemukan Passion Dalam Diri Kalian

E. Tanda- Tanda

Kalian bisa mengamat tanda seseorang ingin melakukan percobaan pembuhuhan dalam diri mereka, jika ada perubahan perilaku yang terjadi pada keluarga atau kerabat kalian. Bisa jadi, orang tersebut tidak mampu menghadapi permasalahannya dan sedang membutuhkan pertolongan.

Ada beberapa tanda seseorang ingin melakukannya, seperti:

  • Selalu bicara tentang putus asa atau menyerah
  • Selalu membicarakan tentang kematian
  • Melakukan tindakan yang berpotensi pada kematian, seperti menyetir ugal-ugalan, melakukan olahraga ekstrem tanpa berhati-hati, atau mengonsumsi dosis obat berlebihan
  • Kehilangan minat pada hal yang ia sukai
  • Berbicara atau mem-posting sesuatu dengan kata-kata galau masalah hidup, seperti tidak ada harapan dan merasa tidak berharga
  • Mengatakan sesuatu yang menyalahkan dirinya seperti “ini semua tidak akan terjadi kalau aku tidak ada di sini” atau anggapan “semua ini akan lebih baik tanpa diriku”
  • Perubahan suasana hati yang drastis, dari sedih bisa tiba-tiba merasa bahagia
  • Berbicara tentang kematian dan bunuh diri
  • Mengucapkan selamat tinggal pada seseorang, padahal dia tak ada rencana pergi ke mana-mana.
  • Depresi berat yang membuat mereka memiliki gangguan tidur

F. Cara Penangananya

Semua masalah pasti ada solusinya, Seberat apa pun itu, permasalahan juga pasti akan berakhir. Yang perlu kalian lakukan jika kalian atau kerabat kalian mengalami tanda-tanda ingin diri adalah mencari bantuan profesional, kunjungi terapis.

Berkumpul dengan orang-orang yang positif dan suportif sangat penting. Selalu ingat, bahwa hidup memang sementara, permasalahan kalian pun hanya sementara tanpa harus mengakhiri hidup kalian. Setiap orang di muka bumi ini berharga dan bisa memiliki peran yang baik, dan yang terpenting jangan pernah menyerah.

Jika teman atau saudara kalian mengalami masalah dan putus asa, kalian harus menjadi pendengar yang baik. Coba bujuk untuk pergi ke terapis, tetapi jangan beradu argumen tentang kematian atau bunuh diri. Orang yang sedang memiliki masalah berat, cenderung tidak dapat berpikir rasional. Terus berikan semangat.

Saat orang mengalami depresi, umumnya obat yang dipakai dalam pengobatan adalah obat antidepresan. Kalian harus berkonsultasi dulu ke dokter sebelum menggunakannya.

 

Sumber:

Apa Pendapatmu?

Check Also

Tanda-Tanda Hamil Yang di Alami Wanita Secara Psikologis

Tanda-tanda hamil yang ditunjukkan melalui perubahan fisik, umumnya para wanita akan langs…