Bulimia Nervosa, Gangguan Makan Orang Perfeksionis

Bulimia atau yang lebih dikenal dengan istilah bulimia nervosa adalah kelainan makan yang serius dan memiliki potensi besar untuk mengancam nyawa. Seseorang dengan gangguan bulimia sangat sensitif terhadap berat badan sehingga mereka mencoba untuk mengurangi porsi makan, atau bahkan tidak makan sama sekali karena takut jika berat badannya naik.

Apa Sih Bulimia Nervosa Itu?

Bulimia Nervosa adalah salah satu dari beberapa jenis gangguan psikologis yang berkaitan dengan makan. Selain bulimia nervosa, ada beberapa jenis gangguan makan yang lainnya seperti:

  • anoreksia
  • binge eating disorder
  • orthorexia
  • other specified feeding or eating disorder (OSFED)

Beberapa orang yang menderita bulimia mungkin bisa makan dengan normal atau bisa juga makan dengan porsi yang begitu banyak namun dia langsung mencoba atau dengan sengaja untuk mengeluarkannya dengan cara yang tidak sehat.

Cara yang digunakannya biasanya dengan cara ekstrim, yaitu dengan memaksa untuk muntah atau melakukan aktivitas fisik secara berlebihan. Mengeluarkan makanannya secara langsung setelah dimakan adalah cara yang tidak sehat.

Apa Saja Jenis Bulimia Nervosa?

ilustrasi bulimia nervosa

Bulimia nervosa adalah kategori gangguan mental yang dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu purging bulimia dan nonpurging bulimia. Perbedaan kategori tersebut terletak pada bagaimana individu berperilaku terhadap makanan yang telah mereka konsumsi. Adapun penjelasan mengenai berbagai jenis bulimia adalah sebagai berikut:

Yakin ingatanmu Asli ?

1. Purging bulimia

Jenis bulimia yang ini bisa dibilang cukup ekstrem karena menggunakan cara-cara yang benar-benar sangat tidak masuk akal dan jauh dari kata sehat. Seseorang yang memiliki purging bulimia akan terus berusaha mengeluarkan makanan yang telah dikonsumsi menggunakan penyalahgunaan obat pencahar, diuretic atau enema.

2. Nonpurging bulimia

Sifat nonpurging bulimia lebih umum di kenal melawan berat badan. Tidak separah purging bulimia yang menggunakan obat pencahar. Nonpurging bulimia nervosa adalah metode lain dalam menghilangkan kalori dengan cara mencegah berat badan dengan melakukan puasa, diet ketat dan aktivitas fisik yang berlebihan.

Meskipun kedua jenis bulimia ini berbeda namun pada beberapa kasus gangguan bulimia, kalian akan mengalami kesulitan untuk membedakannya karena perilaku penderita sering tumpang tindih. Penderita biasanya akan melakukan usaha ekstra tanpa peduli bagaimana metodenya.

Baca Juga  Gangguan Jiwa, Ketahui Fakta-Faktanya

Bagaimana Mengetahui Gejala Bulimia?

ilustrasi gejala bulimia

Seseorang dengan bulimia nervosa akan selalu disibukkan dengan berat badan dan bentuk tubuh karena menilai dirinya memiliki kekurangan berupa kelebihan berat badan. Hal tersebut merupakan citra diri yang terbentuk dalam dirinya sehingga bisa sangat sulit untuk disembuhkan.

Dengan mengetahui gejala-gejala awalnya bisa membuat kalian merasa lebih baik setelah melalui serangkaian pengobatan dengan menerapkan pola makan yang lebih sehat.

Adapun tanda-tanda dan gejala bulimia nervosa adalah:

  • kehidupan mereka selalu disibukkan dengan masalah bentuk tubuh dan berat badan,
  • hidup selalu dalam ketakutan akan bertambahnya berat badan,
  • merasa tidak bisa mengendalikan pola makan,
  • makan sampai titik ketidaknyamanan atau merasakan sakit pada bagian pencernaan,
  • mengonsumsi lebih banyak makanan dalam periode tertentu daripada makan normal atau makanan ringan,
  • memaksa diri untuk selalu muntah atau berolahraga terlalu banyak agar tidak bertambah berat setelah makan berlebihan,
  • menyalahgunakan obat pencahar, diuretik atau enema setelah aktivitas makan,
  • membatasi kalori atau menghindari makanan tertentu dengan cara tidak wajar,
  • menggunakan suplemen diet atau produk herbal secara berlebihan untuk menurunkan berat badan mereka

Apa Yang Menjadi Penyebab Bulimia Nervosa?

Penyebab bulimia nervosa  sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Tetapi banyak ahli yang menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang berperan dalam perkembangan bulimia.

Faktor yang mempengaruhi perkembangan bulimia  nervosa adalah kesehatan emosional, masalah biologi, ekspektasi masyakarakat yang berlebihan terutama untuk publik figur dan isu lainnya.

Berikut ini beberapa faktor penyebab bulimia nervosa adalah:

a. Jenis Kelamin

Menjadi seorang perempuan tidaklah mudah. Banyak perhatian terhadap penampilan perempuan menyebabkan bulimia lebih banyak dialami oleh orang perempuan dibandingkan anak laki-laki. Tuntutan berpenampilan sempurna sering diberikan pada orang perempuan dibandingkan anak laki-laki.

b. Usia

Seringkali yang menjadi penyebab utama bulimia nervosa adalah usia. Usia perkembangan dari usia belasan dan awal masa dewasa adalah usia rentan terhadap gangguan bulimia. Perubahan penampilan dan kebutuhan pada usia tersebut kadang mengganggu kesehatan mental seseorang.

c. Problem Biologis

Terkadang penyebab bulimia nervosa adalah faktor biologis, dimana seseorang yang memiliki saudara kandung atau orang tua yang memiliki bulimia akan mengembangkan resiko memiliki bulimia.

Baca Juga  Cara Meningkatan Serotonin, Hormon Mengurangi Stres Dan Depresi

Masalah biologis ini menunjukkan adanya faktor genetik yang menyebabkan bulimia. Selain masalah genetik, seseorang juga dapat mengalami bulimia apabila tubuhnya memiliki kekurangan serotonin kimiawi dalam otak.

Baca Juga: Cara Meningkatan Serotonin, Hormon Mengurangi Stres Dan Depresi

d. Problem Psikologis dan Emosional

Gangguan kecemasan atau anxiety disorder juga mempengaruhi seseorang untuk memiliki bulimia nervosa. Seseorang dengan kepercayaan diri yang rendah bisa sangat berpengaruh karena menilai citra dirinya sangat buruk. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan stres dan kondisi traumatis pada makanan.

Baca Juga: Yuk Kenali Stress Lebih Dalam dan Cara mengatasinya

e. Media Sosial dan Tekanan Lingkungan

Media seperti televisi, media sosial instagram, twitter, facebook juga dapat menjadi penyebab bulimia nervosa. Subjek yang terkena penyebab bulimia nervosa adalah artis dan model. Era keterbukaan ini dapat berdampak buruk bagi publik figur yang tidak memiliki tubuh yang proporsional untuk tingkat popularitasnya.

f. Lingkungan Kerja

Selain tuntutan sosial seperti media sosial dan tekanan masyarakat, seseorang juga bisa mengalami gangguan bulimia karena tuntutan kerja. Beberapa orang yang mungkin beresiko memiliki bulimia karena tuntuan kerja antara lain :

  • penari
  • altet
  • artis / public figure
  • model

Ekspektasi para pelatih atau pengusaha modeling yang terus membatasi makan untuk mempertahankan berat badan dapat membuat seseorang terobsesi pada pola pikir seperti itu.

Bagaimanakah Cara Mengobati Bulimia Nervosa?

Bagian penting dan tersulit dalam pembahasan bulimia nervosa adalah bagaimana caranya mengobati gangguan ini. Ada beberapa jenis pengobatan yang bisa diberikan kepada seseorang yang mengalami bulimia nervosa, namun kolaborasi penggabungan antara psikoterapi dan obat-obatan antidepresan mungkin yang bisa jadi paling efektif.

a. Psikoterapi

Psikoterapi umunya disebut dengan istilah konseling psikologis yang dilakukan oleh psikolog atau petugas kesehatan mental yang kompeten. Psikoterapi juga sering disebut dengan terapi bicara karena melibatkan diskusi terhadap gangguan kesehatan mental.

Pada kasus bulimia, terapi bicara akan khusus membahas masalah yang terkait dengan bulimia nervosa. Adapun tiga jenis psikoterapi yang efektif dalam memperbaiki gejala bulimia nervosa adalah:

  • Terapi perilaku kognitif, terapi CBT untuk membantu individu mengidentifikasi keyakinan dan perilaku yang tidak sehat dan negatif serta mengganti perilaku tersebut menjadi perilaku yang sehat dan positif.
  • Terapi berbasis keluarga, terapi yang melibatkan campur tangan orangtua agar para remaja dapat meninggalkan gangguan bulimia, lalu membantu remaja mengembalikan pola makanannya.
  • Psikoterapi interpersonal, terapi yang membahas mengenai kesulitan dalam hubungan dekat, membantu memperbaiki kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah seseorang dengan bulimia.
Baca Juga  Pentingnya Kesehatan Mental Pasca Melahirkan

b. Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan juga dapat digunakan setelah melalui proses psikoterapi. Obat yang digunakan untuk bulimia nervosa adalah antidepresan. Satu-satunya antidepresan yang secara khusus disetujui oleh Food and Drug Administration untuk mengobati bulimia nervosa adalah fluoxetine (Prozac), sejenis inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI), yang dapat membantu meskipun seseorang tidak mengalami depresi.

Pengobatan bulimia umumnya melibatkan banyak pihak termasuk pasien, keluarga, dokter perawatan, penyedia layanan kesehatan mental dan ahli gizi. Beberapa orang kompeten dibutuhkan untuk dibuatkan program agar seseorang bisa keluar dari gangguan bulimia nervosa.

Lalu, pakah bulimia hanya gangguan makan saja? betul, tapi konteksnya lebih luas karena dapat membahayakan nyawa. Bulimia nervosa adalah gangguan psikologis serius yang perlu ditangani oleh ahlinya.

 

Sumber: Bulimia Nervosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Compulsive Buying: Gangguan Kepribadian Gila Belanja

Belanja adalah suatu kegiatan yang lumrah dilakukan, namun menjadi sangat fenomenal ketika…