Bipolar Disorder, Gangguan Mental Yang Wajib Anda Tahu

1. Pengertian Bipolar

Gangguan bipolar adalah jenis penyakit dalam keilmuan psikologi, dalam perkembangannya gangguan bipolar adalah salah satu penyakit mental yang masuk dalam kategori penyakit gangguan jiwa.

Dalam kurun waktu terakhir, bipolar menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu penyakit yang berbahaya, khususnya dikalangan remaja, dewasa, dan dewasa matang.

Secara etimologi, bipolar adalah suatu penyakit mental yang terdapat dalam penyakit psikologis, yang juga disebut dengan “Manic –Depressive”

yang artinya antara kebahagiaan atau perasaan gembira yang terjadi secara berlebihan dan perasaan depresi atau frustasi yang terjadi secara tidak wajar dan tidak terkendalikan.

Perempuan dan laki-laki adalah sama-sama memiliki kemungkinan untuk berkembang menjadi Gangguan Bipolar, meskipun perempuan dilaporkan lebih banyak mengalami episode depresi daripada laki-laki, dan secara bersamaan pula, lebih berkemungkinan untuk memperoleh Gangguan Bipolar.

Yakin ingatanmu Asli ?

Gangguan Bipolar lebih sering terjadi pada orang yang telah bercerai dan hidup sendirian daripada orang yang menikah, sosial ekonomi tinggi, dan orang yang tidak tamat dari perguruan tinggi.

Seseorang yang mengidap bipolar memiliki gejala – gejala yang menonjol dalam prosesnya.

Salah satu penyebab munculnya bipolar adalah disebabkan seseorang tidak melakukan aktivitas yang semestinya, seperti aktivitas tidur yang berkurang menyebabkan sistem kerja syaraf dan pikiran  seseorang tidak tenang dan kaku.

Maka akan sering mengalami imajinasi dan halusinasi yang berkelanjutan secara terus menerus.

Pada dasarnya seseorang membutuhkan waktu tidur selama 8 jam perhari, namun apabila waktu dan aktivitas tidur terganggu maka akan beresiko mengidap bipolar.

Baca Juga: 10 Kata Rasis Yang Tanpa Disadari Sering Kalian Ucapkan

5 Fakta Kesurupan Menurut Perspektif Psikologis

 

2. Tipe Gangguan Bipolar

Ada beberapa tipe gangguan jiwa bipolar:

a. Gangguan Bipolar Tipe I

Gangguan perasaan sangat mengganggu sehingga penderita kesulitan mengikuti sekolah atau pekerjaan, dan pertemanan.

Ketika dalam kondisi mania, penderita ini sering dalam kondisi “berat” dan berbahaya.

b. Gangguan jiwa Bipolar Tipe II

Pada Tipe II, kondisi perasaan tidak seberat Tipe I sehingga penderita masih bisa berfungsi melaksanakan kegiatan harian rutin.

Penderita mudah tersinggung. Ketika perasaan “naik”, penderita hanya mencapai tingkat hipomania.

Baca Juga  10+ Prospek Lapangan Kerja Lulusan Psikologi

Pada Tipe II, kondisi depresi biasanya berlangsung lebih lama dibandingkan dengan kondisi hipomania-nya.

c. Gangguan Cyclothymic

Juga dikenal sebagai cyclothymia. Merupakan bentuk ringan dari Gangguan jiwa bipolar.

Kondisi mania dan depresi bisa mengganggu, namun tidak seberat pada Gangguan Bipolar I dan Tipe II.

 

3. Gejala Gangguan Bipolar

Bipolar disorder akan terlihat berbeda pada orang yang berbeda pula, hal ini dikarenakan setiap orang memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda – beda pula.

Gejala – gejalanya pun berbeda dan sangat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan frekuensinya.

Gejala Gangguan Jiwa Bipolar bervariasi antara satu orang dengan lainnya. Pada sebagian orang, masalah timbul ketika dalam kondisi mania, pada orang lain masalah timbul pada kondisi depresi.

Kadang kadang gejala mania dan depresi muncul bersamaan (campuran).

Pada kondisi mania, beberapa gejala yang muncul antara lain:

  • Euphoria (gembira)
  • Inflated self-esteem (percaya diri berlebihan)
  • Poor judgment (kemampuan menilai menjadi jelek)
  • Bicara cepat
  • Racing thoughts (pikiran saling berkejar-kejaran)
  • Aggressive behavior (perilaku agresif)
  • Agitation or irritation (agitasi atau iritasi)
  • Kegiatan fisik meningkat
  • Risky behavior (perilaku yang berbahaya)
  • Spending sprees or unwise financial choices (tidak mampu mengelola uang, mengeluarkan uang tanpa perhitungan)
  • Meningkatnya dorongan untuk berprestasi atau mencapai tujuan
  • Meningkatnya dorongan seksual
  • Berkurangnya dorongan untuk tidur, tidak merasa mengantuk.
  • Gampang terganggu konsentrasi
  • Berlebihan dalam mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan
  • Sering bolos sekolah atau kerja
  • Mempunyai waham atau keluar dari realitas
  • Prestasi kerja atau sekolah menurun

Pada kondisi depresi, gejala yang muncul antara lain:

  • Kesedihan
  • Merasa tanpa harapan
  • Keinginan atau tindakan bunuh diri
  • Anxiety (kecemasan)
  • Perasaan bersalah
  • Gangguan tidur
  • Nafsu makan menurun atau bahkan naik.
  • Merasa lelah berlebihan
  • Hilangnya minat pada kegiatan yang dulu dinilainya menarik/ menyenangkan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah tersinggung
  • Rasa nyeri kronis tanpa alasan yang jelas
  • Sering mangkir sekolah/kerja
  • Prestasi rendah di sekolah atau tempat kerja

Gangguan jiwa bipolar, sering juga mempunyai gejala gejala sebagai berikut:

a. Seasonal changes in mood, perubahan suasana hati musiman.

Seperti pada penyakit Seasonal Affective Disorder (gangguan affektif musiman), suasana hati atau mood penderita bipolar dapat berubah selaras dengan perubahan musim.

Baca Juga  FAKTA tentang Berpikir (THINGKING). Pegertian, Jenis dan Proses Seseorang dalam Berpikir.

Beberapa penderita menjadi mania atau hipomania dimusim semi dan musim panas, kemudian berubah menjadi depresi dimusim gugur atau musim dingin.

Pada beberapa penderita bipolar lain, gejalanya malah kebalikannya, yaitu depresi di musim panas namun hipomania atau mania dimusim dingin.

b. Rapid cycling bipolar disorder.

Pada beberapa penderita gangguan bipolar perubahan suasana hati berlangsung cepat, yaitu mengalami perubahan mood (suasana hati) 4 kali atau lebih dalam setahun.

Namun kadang kadang, perubahan perasaan bisa berlangsung lebih cepat, yaitu dalam hitungan jam.

c. Psikosis.

Pada penderita bipolar dengan gejala mania atau depresi berat, sering muncul gejala psikosis yaitu pemikiran yang tidak berdasar realita.

Gejalanya bisa berupa halusinasi (suara atau penglihatan) dan delusi (percaya sesuatu yang berbeda dengan kenyataan).

d. Gejala gangguan bipolar pada anak anak dan remaja

Biasanya tidak jelas perubahan dari mania ke depresi atau sebaliknya, pada anak anak dan remaja, gejala yang menonjol adalah sikap yang mudah meledak (marah atau menangis), perubahan suasana hati yang cepat, agresif dan ugal-ugalan/sembrono (reckless).

Sebagai contoh, seorang anak dengan gangguan bipolar bisa terlihat sangat gamang atau pandir/bodoh, dan kemudian diikuti dengan tangisan atau kemarahan panjang dalam kurun waktu satu hari.

Baca Juga: Mengenal Postpartum Depression, Depresi Pasca Melahirkan

Self-Healing: 5 Cara Penyembuhan Diri Sendiri Yang Bisa Kalian Terapkan

4. Penyebab Gangguan Bipolar

Sepertinya penyebab gangguan bipolar bersifat komplek atau multi faktor. Gangguan bipolar bukan hanya disebabkan oleh adanya gangguan keseimbangan kimia di dalam otak yang cukup disembuhkan dengan minum obat obatan.

Para ahli berpendapat bahwa gangguan bipolar disebabkan oleh kombinasi faktor biologis, psikologis dan sosial.

Ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terkena gangguan bipolar, yaitu:

  • Mempunyai hubungan darah atau saudara penderita gangguan bipolar
  • Periode pengalaman hidup yang sangat menekan (stressful).
  • Penyalah guna obat atau alcohol.
  • Perubahan hidup yang besar, seperti ditinggal mati orang yang dicintai.
  • Saat ini berumur di awal 20an tahun.

Menurut teori stress-vulnerability model, ada beberapa resiko atau factor penyebab gangguan jiwa bipolar, yaitu:

Baca Juga  Kenali Tanda ADHD Pada Anak Sejak Dini

a. Genetika dan riwayat keluarga

Penderita bipolar lebih sering dijumpai pada penderita yang mempunyai saudara atau orang tua dengan gangguan bipolar. Riwayat pada keluarga dengan penyakit bipolar bukan berarti anak atau saudara akan pasti menderita gangguan bipolar.

Penelitian menunjukkan bahwa pada orang orang dengan riwayat keluarga penderita bipolar maka kemungkinannya terkena bipolar akan sedikit lebih besar dibandingkan masyarakat pada umumnya.

Artinya ada factor predisposisi terhadap gangguan bipolar. Hanya saja, tanpa adanya factor pemicu, maka yang bersangkutan tidak akan terkena gangguan bipolar.

Faktor predisposisi gangguan bipolar bisa terjadi juga karena anak meniru cara bereaksi yang salah dari orang tuanya yang menderita gangguan bipolar.

b. Kerentanana psikologis (psychological vulnerability)

Kepribadian dan cara seseorang menghadapi masalah hidup kemungkinan juga berperanan dalam mendorong munculnya gangguan bipolar.

c. Lingkungan yang menekan (stressful) dan kejadian dalam hidup (live events)

Riwayat pelecehan, pengalaman hidup yang menekan.

d. Gangguan neurotransmitter di otak

e. Gangguan keseimbangan hormonal

f. Faktor biologis

Ada beberapa perubahan kimia di otak yang diduga terkait dengan gangguan bipolar. Hal ini menunjukkan adanya faktor biologis dalam masalah gangguan bipolar.

5. Mengobati Gangguan Bipolar

Pengobatan gangguan bipolar biasanya memerlukan penanganan dokter spesialis jiwa, dengan melibatkan psikolog maupun perawat jiwa.

Penanganan gangguan bipolar dilakukan dengan pemberian obat-obatan, psikoterapi (individual atau kelompok, keluarga), penyuluhan kesehatan dan dukungan kelompok.

Perawatan di rumah sakit. Penderita gangguan bipolar memerlukan perawatan di rumah sakit bila perilakunya membahayakan diri sendiri atau sekitar, adanya gejala psikosis (tidak berdasar realita), atau ada upaya bunuh diri.

  • Pengobatan awal. Sering penderita bipolar harus minum obat, kemudian pengobatan jangka panjang disesuaikan dengan perkembangan penyakitnya.
  • Pengobatan lanjutan. Penderita gangguan bipolar biasanya memerlukan pengobatan jangka panjang. Berhenti minum obat sering menyebabkan penderita kambuh.
  • Pengobatan kecanduan obat terlarang. Penderita gangguan bipolar yang menderita kecanduan alkohol atau obat terlarang perlu diobati agar gangguan bipolarnya bisa dikendalikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Compulsive Buying: Gangguan Kepribadian Gila Belanja

Belanja adalah suatu kegiatan yang lumrah dilakukan, namun menjadi sangat fenomenal ketika…