FAKTA tentang Berpikir (THINGKING). Pegertian, Jenis dan Proses Seseorang dalam Berpikir.

Setiap orang berpikir menggunakan pikirannya. Kemampuan seseorang dalam berpikir menentukan cepat tidaknya atau terselesaikan tidaknya suatu masalah yang sedang dihadapi.

Cara seseorang dalam bertingkah laku serta bertindak dalam menghadapi masalah yang ada juga dapat mewujudkan pemecahan masalah bukan hanya sekedar terselesaikan dengan cepat namun juga dengan tepat.

Well, jadi apasih sebenarnya yang dimaksud dengan beripikir itu?

BACA JUGA: Gangguan Mental OCD (obsessive compulsive disorder), Gejala, Faktor dan Penanganannya.

WAJIB BACA!! 10 Cara Mengembangkan Kreativitas Diri

Rubah Hidupmu Cukup Dengarkan 5 Menit

WARNING: BISA JADI ANDA STRESS!! Kenali gejala, penyebab dan cara penyembuhan!!

Sumber: www.meenta.com

A. Apa Itu Berpikir?

Definisi berpikir masih diperdebatkan dikalangan pakar pendidikan. Diantara mereka masih terdapat pandangan yang berbeda-beda.

Walaupun tafsiran mereka itu berbeda-beda, namun umumnya para tokoh pemikir setuju bahwa pemikiran dapat dikaitkan dengan proses untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah.

Berpikir adalah proses menggunakan pikiran untuk mencari makna dan pemahaman terhadap sesuatu, menerapkan berbagai kemungkinan idea atau ciptaan dan membuat pertimbangan yang wajar, membuat keputusan dan menyelesaikan masalah dan seterusnya membuat refleksi dan metakognisi terhadap proses yang dialami.

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia berpikir adalah penggunaan dari akal budi dalam mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu.

Berpikir secara umum diasumsikan sebagai proses kognitif, aksi mental ketika pengetahuan diperoleh.

Berpikir adalah proses mental oleh individu yang masuk akal dari pengalaman.

Berpikir merupakan aktivitas  mental yang disadari dan diarahkan untuk maksud tertentu. Maksud yang dapat dicapai dalam berpikir adalah memahami, mengambil keputusan, merencanakan, memecahkan masalah dan menilai tindakan.

Berpikir juga merupakan suatu aktivitas mental untuk membantu memformulasikan atau memecahkan suatu masalah, membuat suatu keputusan, atau memenuhi hasrat keingintahuan (fulfill a desire to understand).

Ketika seseorang merumuskan suatu masalah, memecahkan masalah, ataupun ingin memahami sesuatu, maka ia melakukan suatu aktivitas berpikir.

Berdasarkan penjelasan di atas berpikir dapat diartikan sebagai kegiatan akal budi atau kegiatan mental untuk mempertimbangkan, memahami, merencanakan, memutuskan, memecahkan masalah dan menilai tindakan.

Jadi, dapat disimpulkan berpikir adalah kegiatan memfokuskan pada eksplorasi gagasan, memberikan berbagai kemungkinan- kemungkinan dan mencari jawaban-jawaban yang lebih benar.

B. Macam-Macam Bentuk Berpikir

Sumber: www.kordanews.com

Beberapa jenis dan macam cara berpikir seseorang di antaranya adalah sebagai berikut:

Baca Juga  Belajar Membaca BAHASA TUBUH Bisa Bikin Ketagihan - Begini caranya!

1. Berpikir konkret dan abstrak

Ada dua kemungkinan dominasi otak, yaitu persepsi konkret dan abstrak, dan kemampuan pengaturan secara sekuensial (linear) dan acak (nonlinear).

Yang termasuk dalam dua kategori ”sekuensial”  cenderung memiliki dominasi otak kiri (logis, analitis, sekuensial,
linear dan rasional).

Sedang orang-orang yang berpikir secara ”acak (random) biasanya termasuk dalam dominasi otak kanan (acak, tidak teratur, intuitif dan holistik).

Pemikir sekuensial konkret memperhatikan dan mengingat detail dengan lebih mudah, mengatur tugas dalam proses tahap demi tahap, dan berusaha mencapai kesempurnaan.

Mereka selalu memecahkan masalah, dan mengambil keputusan berdasarkan fakta atau kenyataan dan mengolah informasi dengan cara yang teratur, linear, dan sekuensial.

Bagi para sekuensial konkret, realitas terdiri dari apa yang mereka ketahui melalui indra fisik mereka. Orang sekuensial konkret selalu mengatur tugas-tugas menjadi proses tahap demi tahap dan berusaha keras untuk mendapatkan kesempurnaan pada setiap tahap.

Mereka menyukai prosedur baku dan pengarahan. Realitas bagi pemikir sekuensial abstrak adalah dunia teori metafisis dan pemikiran abstrak.

Mereka suka berpikir dalam konsep dan menganalisis informasi. Proses berpikir mereka logis, rasional dan intelektual.

Bentuk aktivitas pemikir sekuensial abstrak adalah membaca, dan jika suatu proyek perlu diteliti, mereka akan melakukannya dengan mendalam. Mereka ingin mengetahui sebabsebab di balik akibat dan memahami teori serta konsep.

2. Berpikir Intuitif Dan Reflektif

Banyak filosof dan ahli pendidikan memandang intuisi sebagai strategi mental atau metode yang memungkinkan seseorang menyatakan esensi/intisari suatu fenomena.

BACA JUGA: Intuisi, Pengertian dan Cara Mempertajam Intuisi, Lengkap!!

Seberapa Tinggi Tingkat “HARGA DIRI” Anda? PENTING!! Pengertian Self Esteem, Aspek, Faktor dan Tingkatannya.

Bahkan tidak ada aktivitas yang benar-benar kreatif dalam sains dan matematika tanpa intuisi.

Filosof dan ahli pendidikan yang berlainan kutub dengan penggunaan intuisi memandang bahwa penggunaan intuisi merupakan bentuk elementer dan pengetahuan primitif.

Pada dasarnya, seorang matematikawan sering menggunakan intuisi dalam menyelesaikan masalah (problem solving) sebelum merancang serangkaian langkah-langkah untuk membuktikannya.

Atau bahkan ide-ide intuitif sering membuka dan memberikan jalan dalam menyelesaikan masalah matematika serta menyediakan petunjuk kearah pengembangan topik-topik matematika.

Baca Juga  Daya Berpikir KREATIF meningkat hingga 693%, mau? Lakukan 4 Hal ini!

Pada dasarnya pengetahuan intuitif dipandang sebagai pengetahuan yang diterima secara langsung tanpa melalui serangkaian bukti.

Jadi pemahaman intuitif diartikan sebagai pemahaman secara spontan terhadap suatu konsep tanpa harus melalui bukti terlebih dahulu.

Seperti halnya kita dihadapkan pada masalah bilangan 2, 4, 6, dan seterusnya merupakan bilangan genap, kita dapat menerima dan meyakininya tanpa harus dibuktikan terlebih dahulu, dan apabila siswa diminta untuk melanjutkan bilangan tersebut, hampir bisa dipastikan siswa akan menjawab 8, 10, 12 dan seterusnya walaupun aturuan umum dari bilangan deret tersebut belum ditentukan.

Berpikir intutif dapat diartikan berpikir untuk mendapatkan sesuatu dengan menggunakan naluri atau perasaan (feeling) yang tiba-tiba (insight) tanpa berdasarkan kelaziman fakta-fakta.

Jadi orang yang berpikir secara intuitif, munculnya idea atau konsep sering terjadi pada saat-saat tertentu misalnya sedang rileks atau sedang asyik menikmati kopi atau musik.

Intuisi merupakan penalaran (reason), yang memiliki karakteristik: catalytic inference, power of synthesis dan common sense.

Catalytic inference adalah jalan pintas dari suatu proposisi ke proposisi lainnya, yaitu dengan suatu loncatan ke suatu konklusi secara cepat tanpa mempertimbangkan premis dan perantaranya.

Power of synthesis merupakan kemampuan mengkombinasikan keheterogenan atau elemen-elemen yang terpencar dalam suatu keseluruhan keseragaman atau keharmonisan.

Common sense adalah pertimbangan yang ditopang oleh pengetahuan umum (ordinary knowledge).

Berpikir Reflektif kegiatan mental untuk mengkaji ulang apa yang akan atau sedang diputuskan, kegiatan ini memerlukan sedikit waktu dibandingkan dengan berpikir intuitif.

Pada level berpikir reflektif terjadi campur tangan antara aktivitas mental dengan kesadaran diri atau Intropeksi.

Misalnya seorang pengemudi mengendarai motor akan mengganti atau menurunkan gear sebelum mencapai tikungan tajam.

Seorang penumpang yang masih belajar bertanya kepada kita mengapa kita memindahkan versnelling sebelum mencapai tikungan tajam.

Biarpun kita telah berbuat begitu “tanpa berpikir”, kita tidak kesulitan untuk menjelaskan alasan tersebut. Inilah reflektif merupakan sesuatu yang sangat penting dalam pemikiran matematis.

Sehingga yang dimaksud dengan berpikir intuitif adalah berpikir secara spontanitas tanpa harus diberikan contoh, langsung dipahami oleh siswa.

Contohnya apabila kita tanyakan tentang bilangan ganjil, mereka langsung menjawabnya, 1,3,5,.., dan seterusnya.

Contoh lain apabila guru menanyakan bilangan asli maka siswa akan langsung menjawabnya yaitu 1,2,3,4,.. selain itu, apabila ditanyakan kepada siswa berapa jumlah bulan dalam setahun, maka siswa akan lansung menjawab 12 bulan dalam setahun.

Baca Juga  WAJIB BACA!! 10 Cara Mengembangkan Kreativitas Diri

Sedangkan berpikir reflektif adalah tingkat berpikir untuk mengkaji ulang atau apa yang akan kita lakukan. Contonya dalam pembelajaran matematika siswa akan bertanya mengapa kita menggunakan rumus (panjang x lebar) untuk mencari luas persegi panjang.

Contoh lain misalnya seorang pengemudi mengendarai motor akan  mengganti/menurunkan gear sebelum mencapai tikungan tajam.

Sesorang penumpang yang masih belajar bertanya kepada kita mengapa kita memindahkan versnelling sebelum mencapai tikungan tajam.

C. Proses Berpikir Manusia

Sumber: www.becyclinglife.com

Berpikir adalah suatu aktivitas mental. Proses berpikir manusia memiliki dua ciri utama, yaitu:

a. Covert / unobservable (tidak terlihat)

Proses berpikir terjadi pada otak manusia dan secara fisik tidak dapat dilihat prosesnya (dalam pengertian pemrosesan informasinya).

Sejumlah ahli yang mencoba memantau proses berpikir secara fisik hanya menemukan aktivitas listrik arus lemah dan proses kimiawi pada otak manusia yang sedang berpikir.

Dengan demikian, proses pengolahan informasi tak dapat diamati dan dilihat secara fisik maupun secara kimiawi.

Pengolahan makna, baik semantic maupun visual bersifat abstrak sehingga tidak dapat dideteks denan panca indera.

b. Symbolic (melibatkan manipulasi dan penggunaan simbol)

Dalam berpikir, manusia mengolah (memanipulasikan) informasi yang berupa symbol-simbol, (baik simbol verbal maupun visual). Simbol-simbol itu akan memberikan makna pada informasi yang diolah.

Proses berpikir merupakan salah satu rangkaian dalam mekanisme penafsiran terhadap stimuli. Dalam berpikir semua proses kognitif dilibatkan, mulai dari sensasi, persepsi dan memori.

Secara garis besar, ada dua macam cara berpikir, yaitu cara berpikir autistik dan berpikir realistik seperti yang telah di jelaskan di atas.

Berpikir autistik seringkali disebut sebagai mengkhayal, melamun atau berfantasi. Dengan berpikir autistik orang melarikan diri dari kenyataan, melihat hidup sebagai gambar-gambar yang fantastic.

Sebaliknya, berpikir realistik disebut sebagai nalar (reasoning), yaitu berpikir secara logis, berdasarkan fakta-fakta yang ada dan menyesuaikan dengan dunia nyata, beserta semua dalil/hukum-hukumnya.

 

Semoga Bermanfaat!!

 

 

Sumber: Pola Pikir Untuk Pemahaman Masalah

Kajian Pustaka Berpikir Kreatif

Proses Berpikir Dan Psikologi Umum

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pengertian Pendidikan Inklusi, Masyarakat Inklusi dan Lingkungan inklusi Lengkap

Dalam masyarakat ternyata istilah inklusi belum dapat dikatakan familiar. Sangat sedikit s…