Benci Boleh, Tapi Gak Usah Ngajak Temen

Benci merupakan sebuah emosi yang sangat kuat yang melambangkan permusuhan, pertengkaran, atau antipati untuk seseorang, sesuatu hal, baik barang  maupun fenomena. Benci juga merupakan suatu keinginan untuk menghindari, menghancurkan atau menghilangkan sesuatu yang tidak disukai.

“Gue nggak suka sama dia. Dia tuh sok hebat, hobi pansos dan tebar pesona sana-sini. Gitu doang gue juga bisa”

Kalimat perkataan yang keluar dari mulut seperti itu memang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat tersebut juga lebih banyak terdengar dari teman satu perkumpulan, sekolah,kampus, teman kerja maupun teman organisasi. Faktanya, benci terhadap sesuatu memang sangat banyak bentuknya. Bisa saja hanya sekedar terlintas di pikiran, meningkat lagi sampai terucap oleh mulut, dan bahkan sampai juga pada sebuah tindakan.

Salah satu yang menjadi alasan mendasar mngapa orang tidak menyukai orang lain adalah bagian dari dalam dirinya kurang diterima, konsep diri yang rendah, sampai pada rasa membenci diri sendiri. Rasa khawatir yang menjadi- jadi akan kekurangan-kekurangan dia, serta ketakutan yang mendalam akan masa depan, rendah diri, iri, dan sebagainya.

Benci pada seseorang akan membuat diri orang yang membenci akan merasa aman karena dia merasa ada orang yang lebih rendah darinya. Mengukur dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain secara kontras memang dapat meningkatkan harga diri, tapi perlu digarisbawahi jika sikap tersebut itu tidak selamanya baik. Kalau dibiarkan terus-menerus akan menimbulkan berbagai macam emosi negatif yang lain.

Yakin ingatanmu Asli ?

Baca Juga:

Baik dari segi emosi, membenci seseorang menimbulkan banyak gejolak dalam diri yang membenci. Contohnya, emosi-emosi yang negatif bisa mengikis diri sendiri. Marah yang meledak-ledak dan berkelanjutan, lelah secara emosi karena terus menerus dipikirkan, hati yang sangat sensitif dan juga tidak tenang. Memupuk rasa benci itu memang sangat melelahkan hati yang membuat sebagian orang merasa tidak nyaman (insecure) pastinya. Benci juga bisa mengacaukan banyak emosi dan membentuk mood buruk seseorang berhari- hari dalam setiap aktivitas.

Baca Juga  Cek di sini apakah Kamu termasuk Generasi Micin!!

Memang tidak mudah menghempaskan rasa benci pada setiap orang dan memang tidak gampang. Saat membenci seseorang, kamu akan risih saat mendengar suaranya atau sudah sangat muak hanya untuk sekedar melihat wajahnya saja. Selain itu, membenci seseorang juga sangat tidak sehat bagi otak manusia. Kebencian yang ditimbulkan karena kelelahan hati dan juga pikiran akan berdampak negatif bagi emosi seseorang. Dengan membenci, orang akan senantiasa berpikir negatif dan hobi berprasangka buruk kepada orang lain. Berawal dari benci di tanam di awal tersebut, orang akan lebih sering berpasangka buruk.

Prasangka Buruk Berawal Dari Rasa Benci

benci images

Orang akan semakin mudah berprasangka buruk saat sedang membenci orang lain. Tak peduli apapun yang telah dilakukan orang yang dibenci, seolah-olah itu merupakan suatu kesalahan di mata orang yang membenci. Tak ada yang tahu sikap dan isi hati seseorang kecuali diri mereka sendiri. Seringkali manusia sangat yakin menilai orang lain dari apa yang telah dia lakukan, padahal hanya baru sekali menyaksikannya. Belum tentu orang tahu bagaimana kebiasaan dan kesehariannya sebelum itu. Lebih baik mulailah menyikapi setiap pikiran-pikiran negatif itu dengan baik. Sadari situasi tertentu saat dirasa mulai banyak muncul pikiran negatif. Ketika sudah sadar mulai banyak pikiran negatif yang muncul, kalian dapat lebih mengontrol pemikiran kalian. Selanjutnya, tinggal mencegah diri untuk terjebak dalam pikiran kalian sendiri.

Benci Berlebihan Hanya Akan Menimbulkan Luka

Jika kalian memupuk rasa benci, sebenarnya hal itu hanya akan menambah luka di setiap harinya. Sebab, setiap orang akan selalu menyimpan macam- macam kejengkelan yang membuat hatinya tidak bisa lepas dari emosi negatif. Seperti prasangka buruk, perasaan yang dongkol, nyinyir, iri hati dan semacamnya. Hal tersebut tentunya tidak baik bagi kondisi psikologis. Menolaknya pun juga hanya akan membuat kalian terluka. Bukankah lebih baik berdamai dengan diri sendiri dan orang atau sesuatu yang kita benci lebih melapangkan hati?

Berdamai Lebih Melapangan Hati

Idealnya orang harus bisa berdamai dan selesai dengan diri sendiri sebelum mereka mengembangkan potensi yang mereka miliki. Di saat membenci orang lain, itu akan menunjukkan jika seseorang hanya akan dan bisa melihat kesalahan-kesalahan tersebut daripada kebaikan-kebaikan. Sebaiknya, jika melihat suatu kesalahan yang ada dalam diri sendiri dulu. Mengapa? jawabannya adalah supaya kita juga sadar jika sebagai manusia memang tidak bisa luput dari kesalahan.

Baca Juga  Kumpulan Cerita Inspiratif Orang-Orang Sukses Dunia

Maka dari itu, cobalah berdamai dengan orang yang kalian benci. Bila ada seseorang yang meyakitimu, dan membuat hatimu sakit, kesal ataupun marah, mencoba melihat alasan dibalik sikap mereka dan berlatih untuk terus berpikir positif. Akan lebih baik jika menengok ke dalam diri sendiri terlebih dulu. Berbuat baik pada orang yang kalian benci dan juga berusaha sekuat tenaga untuk saling memaafkan, setelah mendoakannya agar mau untuk berubah. Memang, itu hal yang tidak mudah. Tapi, yakinlah jika hal itu bisa dilakukan.

 

What’s wrong with us – Why women don’t like us and we hate women

Apa Pendapatmu?

Check Also

Curhat Dan Sandiwara Para Pengguna Medsos

Curhat di media sosial  sering kali di jadikan tempat pilihan oleh sebagian besar masyarak…