Tips -

Balas Dendam: Tips Sehat Melakukan Pembalasan

Balas dendam yang paling baik adalah hidup dengan baik.

Entah itu kutipan dari siapa, saya lupa tapi yang pasti cukup menarik bukan?

Balas dendam sering dianggap sebagai konotasi sikap yang negatif. Namun, ternyata cara sehat untuk menghadapi perasaan dendam yang bisa membantu kamu untuk menyembuhkan dan memberi otak kamu imbalan yang sama tanpa konsekuensi. Frank Sinatra pernah menyatakan, jika pembalasan dendam terbaik adalah sebuah kesuksesan besar.

Saat kamu dikecewakan oleh seseorang rasanya ingin sekali membalasnya. Misalnya saat sahabat kamu sendiri mengkhianati persahabatan entah karena mengambil pacar kamu, ide kamu atau barang kamu atau saat di bangku sekolah temanmu dapat lulus karena sudah berani mencuri  ide yang pernah kamu lontarkan.

“Saya ingin membalsanya,” mungkin suara tersebut terbersit di kepala kamu.

Ini ilmu yang ampuh. Sayang di lewatkan.

Bagaimana tanggapan kamu mengenai artikel ini?

balas dendam images

Pembalasan sebuah dendam merupakan tindakan melukai atau menyakiti orang karena cedera atau kesalahan yang diderita di tangan mereka sehingga ada keinginan untuk melakukan retribusi.

Pembalasan sebuah dendam adalah salah satu perasaan yang intens yang muncul untuk setiap manusia. Apakah kalian pernah dianiaya dan berharap kalian bisa menghukum pelaku? Keinginan ini terhubung dalam diri kalain.

Sebuah penelitian di Swiss  juga mengungkapkan tentang keingin tahuan apa yang terjadi di otak ketika seseorang menuai sebuah pembalasan. Kemudian, mereka lakukan penelitian mendalam tentang hal tersebut.

Mereka meneliti otak orang-orang dan korban yang baru saja dianiaya selama di laboratorium.

Para peneliti kemudian memberikan berbagai kesempatan kepada korban dan objek penelitiannya untuk menghukum orang lain dan selama satu menit penuh saat para korban memikirkan sebuah pembalasan, dan aktivitas di otak mereka dicatat.

Para peneliti itu pun selanjutnya memperhatikan aliran dan juga aktivitas saraf pada nukleus kaudat. Yang merupakan bagian dai otak yang diketahui memproses. Penelitian tersebut menemukan jika pembalasan sebuah dendam, pada saat itu, cukup memuaskan.

Sebagian orang sering percaya bahwa pembalasan suatu dendam menjadi bentuk pelepasan emosional dan bahwa dengan mendapatkan balasan akan selalu membantu kita merasa lebih baik. Tetapi, diteliti lebih lanjut, ada efek dari melakukan sebuah pembalasan tersebut.

Baca Juga  Sering Uji Adrenalin Ternyata Berbahaya Dan Meningkatkan Stres

Meskipun beberapa pada penelitin pertama terasa sangat bermanfaat di otak, para ilmuwan psikologi menemukan jika alih-alih memadamkan permusuhan, pembalasan sebuah dendam akan memperpanjang ketidaknyamanan dari suatu pelanggaran awal.

Alih-alih memberikan keadilan, pembalasan sebuah dendam sering hanya diciptakan oleh siklus pembalasan. Ini efek jangka panjangnya.

”Seorang laki-laki yang melakukan sebuah pembalasan, menjaga lukanya tetap hijau, dan sebaliknya akan sembuh,” ujar Francis Bacon.

Dijelaskan jika upaya untuk melakuakn pembalasan akan membuka kembali dan memperparah luka sebuah emosional kalian. Meskipun kalian mungkin tergoda untuk menghukum yang salah, kalian akhirnya menghukum diri sendiri karena rasa sakit kalian tidak bisa sembuh.

Cara  Yang Sehat

Tetapi apa yang kalian lakukan jika kalian sudah diperlakukan salah? Bagaimana kalian bisa menghadapi perasaan pembalasan yang sangat emosional? Apa yang kalian lakukan jika kalian merasa perlu balas dendam?

Ada cara sehat untuk menghadapi perasaan-perasaan ini yang dapat membantu kalian menyembuhkan dan memberi otak kalian imbalan yang sama tanpa konsekuensi. Frank Sinatra  juga menyatakan, balas dendam terbaik adalah sebuah kesuksesan besar.

Saat ada orang yang bersalah kepada kalian dan melukai hati kalian sehingga ingin melakukan balas dendam, tekan diri kalian untuk melakukan kegiatan positif. Lalu, jadikan hal itu untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan, menuju keberhasilan. Kalian pun akan merasa bahagia.

 

Baca Juga: Revenge Meaning In Cambridge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Spesialist vs Generalis ? Mana yang bagus untuk anda!

Mungkin anda pernah menjumpai dua kata ini, yang pada dasarnya adalah kita sebagai manusia…