Istri Terkena Baby Blues? Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Syndrome baby blues adalah perasaan sedih yang dibawa ibu sejak hamil yang berhubungan dengan kesulitan ibu menerima kehadiran bayinya. Perubahan ini sebenarnya merupakan respon alami dari kelelahan pasca persalinan. Baby blues merupakan perasaan sedih yang dialami oleh ibu setelah melahirkan, hal ini berkaitan dengan bayinya.

Postpartum baby blues adalah gangguan suasana hati yang berlangsung selama 3-6 hari pasca melahirkan. Syndrome baby blues ini sering terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan, dan cenderung lebih buruk pada hari ke tiga dan ke empat.

Baby blues merupakan suatu gangguan psikologis sementara yang ditandai dengan memuncaknya emosi pada minggu pertama setelah melahirkan. Suasana hati yang paling utama adalah kebahagiaan, namun emosi penderita menjadi stabil. Baby blues syndrome atau stress pasca melahirkan merupakan suatu kondisi umum  yang sering di alami oleh seorang wanita yang baru melahirkan dan biasanya terjadi pada 50% ibu baru.

Baby blues sendiri merupakan suatu perasaan gembira oleh kehadiran sang buah hati, namun disertai oleh perasaan cemas, kaget dan satu bentuk depresi yang sangat ringan yang biasanya terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan dan cenderung lebih buruk sekitar hari ketiga atau keempat pasca persalinan.

Hampir sebagian besar ibu yang baru melahirkan mengalami baby blues. Sebuah kondisi depresi pasca persalinan, yang jika tidak ditangani, akan berdampak pada perkembangan anak. Baby blues syndrome atau postpartum syndrome adalah kondisi yang dialami oleh hampir 50% perempuan yang baru melahirkan. Kondisi ini dapat terjadi sejak hari pertama setelah persalinan dan cenderung akan memburuk pada hari ketiga sampai kelima setelah persalinan.

Yakin ingatanmu Asli ?

Baca Juga:

Berapa Waktu dan Durasi Baby Blues?

baby blues images

Syndrome dapat terjadi segera setelah kelahiran, tapi akan segera menghilang dalam beberapa hari sampai satu minggu. Apabila gejala tersebut antara hari ke 3 dan ke-l0 setelah persalinan yang terjadi sekitar 80% pada ibu postpartum.

Apa Saja Gejala-Gejala Baby Blues?

 Ibu yang baru melahirkan dapat merasakan perubahan mood yang cepat dan berganti-ganti (mood swing) seperti kesedihan, suka menangis, hilang nafsu makan, gangguan tidur, mudah tersinggung, cepat lelah, cemas, dan merasa kesepian.

Baca Juga  Barnum effect - Kalimat Sakti Untuk Membaca Sifat Orang

Beberapa gejala yang dapat mengindikasikan seorang ibu mengalami ini, adalah sebagai berikut :

  • Dipenuhi oleh perasaan kesedihan dan depresi disertai dengan menangis tanpa
  • Mudah kesal, gampang tersinggung dan tidak
  • Tidak memiliki atau sedikit
  • Cemas, merasa bersalah dan tidak ingin hidup
  • Menjadi tidak tertarik dengan bayi anda atau menjadi terlalu memperhatikan dan khawatir terhadap bay
  • Tidak percaya diri.
  • Sulit beristirahat dengan
  • Perasaan takut untuk menyakiti diri sendiri

 

Selanjutnya gejala Baby Blues Syndrome antara lain :

  • Perubahan keadaan dan suasana hati ibu yang bergantian dan sulit diprediksi seperti menangis, kelelahan, mudah tersinggung, kadang- kadang mengalami kebingungan ringan atau mudah
  • Pola tidur yang tidak teratur karena kebutuhan bayi yang baru dilahirkannya, ketidaknyamanan karena kelahiran anak, dan perasaan asing terhadap lingkungan tempat
  • Merasa kesepian, jauh dari keluarga, menyalahkan diri sendiri karena suasana hati yang terus berubah-ubah.
  • Kehilangan kontrol terhadap kehidupannya karena ketergantungan bayi yang baru dalam hidupnya

Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Baby Blues?

1. Perubahan

Pasca melahirkan terjadi penurunan kadar estrogen dan progesterone yang drastis, dan juga disertai penurunan kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang menyebabkan inudah lelah, penurunan mood, dan perasaan tertekan.

  • Fisik, kehadiran bayi dalam keluarga menyebabkan perubahan ritme kehidupan sosial dalam keluarga, terutama ibu. Mengasuh si kecil sepanjang siang dan malam sangat menguras energi ibu, menyebabkan berkurangnya waktu istirahat, sehingga terjadi penurunan ketahanan dalam menghadapi masalah
  • Psikis, kecemasan terhadap berbagai hal, seperti ketidakmampuan dalam mengurus si kecil, ketidakmampuan mengatasi dalam berbagai permasalahan, rasa tidak percaya diri karena perubahan bentuk tubuh dan sebelum hamil serta kurangnya perhatian keluarga terutama suami ikut mempengaruhi terjadinya depresi.

2. Dukungan sosial

Perhatian dari lingkungan terdekat seperti suami dan kelurga dapat berpengaruh. Dukungan berupa perhatian, komunikasi dan hubungan emosional yang hangat sangat penting. Dorongan moral dari teman-teman yang sudah pernah bersalin juga dapat membantu. Dukungan sosial adalah derajat dukungan yang diberikan kepada individu khususnya sewaktu dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki hubungan emosional yang dekat dengan orang tersebut.

Baca Juga  Ibu Wajib Tahu 4 Tahap Psikologi Perkembangan Anak

3. Keadaan dan kualitas bayi

Kondisi bayi dapat menyebabkan munculnya baby blues syndrome misalnya jenis kelamin bayi yang tidak sesuai harapan, bayi dengan cacat bawaan ataupun kesehatan bayi yang kurang baik.

4. Komplikasi kelahiran

Proses persalinan juga dapat mempengaruhi munculnya baby blues syndrome misalnya proses persalinan yang sulit, pendarahan, pecah ketuban dan bayi dengan posisi tidak normal.

5. Persiapan untuk persalinan dan menjadi ibu

Kehamilan yang tidak diharapkan seperti hamil di luar nikah, kehamilan akibat perkosaan, kehamilan yang tidak terencana sehingga wanita tersebut belum siap untuk menjadi ibu. Kesiapan menyambut kehamilan dicerminkan dalam kesiapan dan respon emosionalnya dalam menerima kehamilan. Seorang wanita memandang kehamilan sebagai suatu hasil alami hubungan perkawinan, baik yang diinginkan maupun tidak diinginkan, tergantung dengan keadaan. Sebagian wanita lain menerima kehamilan sebagai kehendak alam dan bahkan pada beberapa wanita termasuk banyak remaja, kehamilan merupakan akibat percobaan seksual.

6. Stresor psikososial

Faktor psikososial seperti umur, latar belakang sosial, ekonomi, tingkat pendidikan dan respon ketahanan terhadap stresor juga dapat mempengaruhi baby blues syndrome.

  • Riwayat depresi, problem emosional lain sebelum persalinan Seorang dengan riwayat problem emosional sangat rentan untuk mengalami baby blues syndrome
  • Hormonal, Perubahan kadar hormon progresteron yang menurun disertai peningkatan hormon estrogen, prolaktin dan kortisol yang drastis dapat mempengaruhi kondisi psikologis ibu.

7. Budaya

Pengaruh budaya sangat kuat menentukan muncul atau tidaknya baby blues syndrome. Di Eropa kecenderungan baby blues syndrome lebih tinggi bila dibandingkan di Asia.

8. Jumlah anak

Wanita yang bersangkutan seperti jumlah anak, rentang usia anak, kehamilan yang tidak diinginkan, riwayat gangguan kejiwaan gangguan kejiwaan sebelumnya.

Dampak Baby Blues Syndrome

dampak baby blues

 Jika kondisi baby blues syndrome tidak disikapi dengan benar, bisa berdampak pada hubungan ibu dengan bayinya, bahkan anggota keluarga yang lain juga bisa merasakan dampak dari baby blues syndrome tersebut. Jika baby blues syndrome dibiarkan, dapat berlanjut menjadi depresi pasca melahirkan, yaitu berlangsung lebih dan hari ke-7 pascapersalinan.

Depresi setelah melahirkan rata-rata berlangsung tiga sampai enam bulan. bahkan terkadang sampai delapan bulan. Pada keadaan lanjut dapat mengancam keselamatan diri dan anaknya.

Baca Juga  8 Bentuk Emosi Yang Jarang Orang Tahu

1. Pada ibu

  • Menyalahkan kehamilannya
  • Sering menangis
  • Mudah tersinggung
  • Sering terganggu dalam waktu istirahat atau insomnia berat
  • Mengisolasi diri dari lingkungan masyarak
  • Frustasi hingga berupaya untuk bunuh diri

2. Pada Anak

  • Masalah perilaku, Anak-anak dari ibu yang mengalami  syndrome lebih memungkinkan memiliki masalah perilaku, termasuk masalah tidur, tantrum, agresi, dan hiperaktif.
  • Perkembangan kognitif terganggu, Anak nantinya mengalami keterlambatan dalam bicara dan berjalan jika dibandingkan dengan anak-anak dari ibu yang tidak depresi. Mereka akan mengalami kesulitan dalam belajar di sekolah.
  • Sulit bersosialisasi, Anak-anak dari ibu yang mengalami syndrome biasanya mengalami kesulitan membangun hubungan dengan orang lain. Mereka sulit berteman atau cenderung bertindak kasar, lebih pasif, dan kurang independen.

3. Pada Suami

Keharmonisan pada ibu yang mengalami baby blues syndrome biasanya akan terganggu ketika suami belum mengetahui apa yang sedang di alami oleh istrinya yaitu baby blues syndrome, suami cenderung akan menganggap si ibu tidak becus mengurus anaknya bahkan dalam melakukan hubungan suami istri biasanya mereka merasa takut seperti takut mengganggu bayinya.

Pencegahan Baby Blues Syndrome

 Tindakan atau meminimalisasikan baby blues syndrome adalah sebagai berikut :

  • Mempersiapkan jauh-jauh hari kelahiran yang sehat, ibu yang hamil dan suaminya harus benar-benar di persiapkan dari segi kesehatan janin pada saat kehamilan, mental, finansial dan
  • Adanya pembagian tugas antara suami dan istri pada saat proses kehamilan
  • Bersama-sama istri merajut suatu kepercayaan dan keyakinan dengan adanya anak karier kita akan terus
  • Merencanakan mempekerjakan pembantu untuk membantu mengurus dan merawat bayi dan pekerjaan rumah tangga pasca ibu
  • Mintalah bantuan orang lain, misalnya kerabat atau teman untuk membantu anda mengurus si
  • Ibu yang baru saja melahirkan sangat butuh istirahat dan tidur yang cukup. Lebih banyak istirahat di minggu-minggu dan bulan-bulan pertama setelah melahirkan, untuk mencegah depresi dan memulihkan tenaga yang seolah terkuras.
  • Konsumsilah makanan yang bernutrisi agar kondisi tubuh cepat pulih, sehat dan
  • Cobalah berbagi rasa dengan suami atau orang terdekatMuncul perasaan malas untuk mengurus bayi.

 

Sumber: Baby Blues: Causes, Symptoms, and Treatment

Apa Pendapatmu?

Check Also

Tanda-Tanda Hamil Yang di Alami Wanita Secara Psikologis

Tanda-tanda hamil yang ditunjukkan melalui perubahan fisik, umumnya para wanita akan langs…