Mari Kenali Anxiety Disrorder atau Gangguan Kecemasan

Pada dasarnya, kecemasan merupakan hal wajar yang pernah dialami oleh setiap manusia. Kecemasan sudah dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun cemas yang berlebihan, apalagi yang sudah menjadi gangguan akan menghambat fungsi seseorang dalam kehidupannya, yang juga bisa disebut Anxiety Disrorder.

1. Apa Itu Anxiety Disorder?

Gangguan Kecemasan atau Anxiety Disrorder adalah suatu perasaan yang sifatnya umum, dimana seseorang merasa ketakutan atau kehilangan kepercayaan diri yang tidak jelas asal maupun wujudnya.

Gangguan kecemasan adalah sesuatu yang menimpa hampir setiap orang pada waktu tertentu dalam kehidupannya. Kecemasan merupakan reaksi normal terhadap situasi yang sangat menekan kehidupan seseorang.

Kecemasan bisa muncul sendiri atau bergabung dengan gejala-gejala lain dari berbagai gangguan emosi.

Kecemasan merupakan reaksi yang dapat dialami siapapun.

Yakin ingatanmu Asli ?

2. Bagaimanakah Ciri-Ciri Gejala Anxiety Disorder Itu?

Gangguan kecemasan adalah suatu keadaan yang menggoncangkan karena adanya ancaman terhadap kesehatan. seseorang yang tergolong normal kadang kala mengalami kecemasan.

Gejala-gejala tersebut dapat berupa gejala-gejala fisik maupun mental. Gejala tersebut lebih jelas pada seseorang yang mengalami gangguan mental.

Bahkan, Lebih jelas lagi bagi seseorang yang mengidap penyakit mental yang parah. Nah, berikut ini ada beberapa gejala-gejala fisik maupun psikis yang dialami orang yang mengalami Anxiety Disorder antara lain:

Sumber: www.medworksmedia.com

a. Gejala-gejala yang bersifat fisik

  • Kegelisahan, kegugupan
  • Tangan atau anggota tubuh bergetar
  • Banyak berkeringat
  • Telapak tangan berkeringat
  • Pening
  • Mulut atau kerongkongan terasa kering
  • Sulit berbicara
  • Sulit bernapas
  • Bernapas pendek
  • Jantung berdebar keras atau berdetak kencang
  • Suara yang bergetar
  • Jari-jari atau anggota tubuh menjadi dingin
  • Leher atau punggung terasa kaku
  • Sensasi seperti tercekik atau tertahan
  • Sakit perut atau mual
  • Sering buang air kecil
  • Wajah terasa memerah
  • Diare

b. Ciri – ciri Behavioral (perilaku)

  • Perilaku menghindar
  • Perilaku melekat dan dependen
  • Perilaku terguncang

c. Ciri – ciri Kognitif

  • Khawatir tentang sesuatu
  • Perasaan terganggu akan ketakutan atau aprehensi terhadap sesuatu yang terjadi di masa depan
  • Keyakinan bahwa sesuatu yang buruk atau mengerikan akan segera
    terjadi, tanpa ada penjelasan yang jelas
  • Terpaku pada sensasi tubuh
  • Sangat sensitif terhadap sensasi tubuh
  • Merasa terancam oleh orang atau peristiwa
  • Ketakutan akan kehilangan kontrol
  • Ketakutan akan ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah
  • Berpikir bahwa dunia akan runtuh
  • Berpikir bahwa semuanya sudah tidak bisa dikendalikan
  • Berpikir bahwa semuanya sangat membingungkan tanpa bisa diatasi
  • Khawatir terhadap hal sepele
  • Berpikir tentang hal yang mengganggu yang sama secara berulangulang
  • Pikiran terasa campur aduk
  • Tidak mampu menghilangkan pikiran-pikiran negatif
  • Berpikir akan segera mati
  • Khawatir akan ditinggalkan sendiri
  • Sulit berkonsentrasi atau memusatkan perhatian

Gangguan kecemasan atau Anxiety Disorder juga memiliki karakteristik berupa munculnya perasaan takut dan kehati-hatian atau kewaspadaan yang tidak jelas dantidak menyenangkan.

Gejala-gejala gangguan kecemasan yang muncul dapat berbeda pada masing-masing orang.

Ketakutan dan cemas merupakan dua emosi yang berfungsi sebagai tanda akan adanya suatu bahaya.

Baca Juga  Bulimia Nervosa, Gangguan Makan Orang Perfeksionis

Rasa takut muncul jika terdapat ancaman yang jelas atau nyata, berasal dari lingkungan, dan tidak menimbulkan konflik bagi seseorang.

Sedangkan kecemasan muncul jika bahaya berasal dari dalam diri, tidak jelas, atau menyebabkan konflik bagi seseorang.

Kecemasan atau Anxiety Disorder berasal dari perasaan tidak sadar yang berada didalam kepribadian sendiri, dan tidak berhubungan dengan objek yang nyata atau keadaan yang benar-benar ada.

Gejala lain yang umunya terjadi pada orang yang punya Anxiety Disorder antara lain:

  1. Ada saja hal-hal yang sangat mencemaskan hati, hampir setiap kejadian menimbulkan rasa takut dan cemas. Kecemasan tersebut merupakan bentuk ketidakberanian terhadap hal-hal yang tidak jelas.
  2. Adanya emosi-emosi yang kuat dan sangat tidak stabil. Suka marah dan sering dalam keadaan exited (heboh) yang memuncak, sangat irritable, akan tetapi sering juga dihinggapi depresi.
  3. Diikuti oleh bermacam-macam fantasi, delusi, ilusi, dan delusion of persecution (delusi yang dikejar-kejar).
  4. Sering merasa mual dan muntah-muntah, badan terasa sangat lelah, banyak berkeringat, gemetar, dan seringkali menderita diare.
  5. Muncul ketegangan dan ketakutan yang kronis yang menyebabkan tekanan jantung menjadi sangat cepat atau tekanan darah tinggi.

3. Faktor-faktor Penyebab Anxiety Disorder

 

Sumber: www.verywellmind.com

Gangguan kecemasan sering kali berkembang selama jangka waktu dan sebagian besar tergantung pada seluruh pengalaman hidup seseorang.

Peristiwa- peristiwa atau situasi khusus dapat mempercepat munculnya serangan kecemasan. Ada beberapa faktor yang menunujukkan reaksi kecemasan, diantaranya yaitu :

a. Lingkungan

Lingkungan atau sekitar tempat tinggal mempengaruhi cara berfikir individu tentang diri sendiri maupun orang lain.

Hal ini disebabkan karena adanya pengalaman yang tidak menyenangkan pada individu dengan keluarga, sahabat, ataupun dengan rekan kerja.

Sehingga seseorang tersebut merasa tidak aman terhadap lingkungannya. misalnya:

  • Lingkungan keluarga
    Keadaan rumah dengan kondisi yang penuh dengan pertengkaran atau penuh dengan kesalahpahaman serta adanya ketidakpedulian orangtua terhadap anak-anaknya, dapat menyebabkan ketidaknyamanan serta kecemasan pada anak saat berada didalam rumah
  • Lingkungan Sosial
    Lingkungan sosial adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan individu. Jika individu tersebut berada pada lingkungan yang tidak baik, dan individu tersebut menimbulkan suatu perilaku yang buruk, maka akan menimbulkan adanya berbagai penilaian buruk dimata masyarakat.

b. Emosi yang ditekan

Gangguan ecemasan bisa terjadi jika individu tidak mampu menemukan jalan keluar untuk perasaannya sendiri dalam hubungan personal ini.

Terutama jika dirinya menekan rasa marah atau frustasi dalam jangka waktu yang sangat lama.

c. Sebab-sebab fisik

Pikiran dan tubuh senantiasa saling berinteraksi dan dapat menyebabkan timbulnya kecemasan.

Hal ini terlihat dalam kondisi seperti misalnya kehamilan, semasa remaja dan sewaktu pulih dari suatu penyakit.

Selama ditimpa kondisi-kondisi ini, perubahan-perubahan perasaan lazim muncul, dan ini dapat menyebabkan timbulnya kecemasan.

Selain itu rasa cemas yang timbul akibat melihat adanya bahaya yang mengancam dirinya. Kecemasan ini lebih dekat dengan rasa takut, karena sumbernya terlihat jelas didalam pikiran. Ada beberapa penyebab lain dari kecemasan itu sendiri antara lain:

Baca Juga  OCD (obsessive compulsive disorder) Gangguan Mental Yang Menarik

a. Cemas karena merasa berdosa atau bersalah, karena melakukan hal-hal yang berlawanan dengan keyakinan atau hati nurani. Kecemasan ini sering pula menyertai gejala-gejala gangguan mental, yang kadang-kadang terlihat dalam bentuk yang umum.

b. Kecemasan yang berupa penyakit dan terlihat dalam beberapa bentuk. Kecemasan ini disebabkan oleh hal yang tidak jelas dan tidak berhubungan dengan apapun yang terkadang disertai dengan perasaan takut.

4. Jenis-jenis Kecemasan Secara Umum

Kecemasan merupakan suatu perubahan suasana hati, perubahan didalam dirinya sendiri yang timbul dari dalam tanpa adanya rangsangan dari luar.

Ada 3 jenis kecemasan diantara yaitu :

a. Kecemasan Rasional

Merupakan suatu ketakutan akibat adanya objek yang memang mengancam, misalnya ketika menunggu hasil ujian. Ketakutan ini dianggap sebagai suatu unsur pokok normal.

b. Kecemasan Irrasional

Yang berarti bahwa mereka mengalami emosi ini dibawah keadaan-keadaan spesifik yang biasanya tidak dipandang mengancam.

c. Kecemasan Fundamental

Kecemasan fundamental merupakan suatu pertanyaan tentang siapa dirinya, untuk apa hidupnya, dan akan kemanakah kelak hidupnya berlanjut.

Kecemasan ini disebut sebagai kecemasan eksistensial yang mempunyai peran fundamental bagi kehidupan manusia.

Baca Juga:

Sedangkan dari segi ukurannya kecemasan dapat dibagi menjadi menjadi dua jenis kecemasan, yaitu :

a. Kecemasan Ringan

Kecemasan ringan dibagi menjadi dua kategori yaitu ringan sebentar dan ringan lama.

Kecemasan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan kepribadian seseorang, karena kecemasan ini dapat menjadi suatu tantangan bagi seseorang untuk mengatasinya.

Kecemasan ringan yang muncul sebentar adalah suatu kecemasan yang wajar terjadi pada seseorang akibat situasi situasi yang mengancam dan seseorang tersebut tidak dapat mengatasinya, sehingga timbul kecemasan.

Kecemasan ini akan bermanfaat bagi individu untuk lebihberhati-hati dalam menghadapi situasi-situasi yang sama di kemudian hari.

Kecemasan ringan yang lama adalah kecemasan yang dapat diatasi tetapi karena individu tersebut tidak segera mengatasi penyebab munculnya kecemasan, maka kecemasan tersebutakan mengendap lama dalam diri individu.

b. Kecemasan Berat

Kecemasan berat adalah kecemasan yang terlalu berat dan berakar secara mendalam dalam diri seseorang.

Apabila seseorang mengalami kecemasan semacam ini maka biasanya ia tidakdapat mengatasinya.

Kecemasan ini mempunyai akibat menghambat atau merugikan perkembangan kepribadian seseorang. Kecemasan ini dibagi menjadi dua yaitu kecemasan berat yang sebentar dan lama.

Kecemasan yang berat tetapi munculnya sebentar dapat menimbulkan traumatis pada seseorang jika menghadapi situasi yang sama dengan situasi penyebab munculnya kecemasan.

Sedangakan kecemasan yang berat tetapi munculnya lama akan merusak kepribadian seseorang. Hal ini akan berlangsung terus menerus bertahun-tahun dan dapat mersuak proses kognisi seseorang.

Kecemasan yang berat dan lama akan menimbulkan berbagai macam penyakit seperti darah tinggi, tachycardia (percepatan darah), excited (heboh, gempar).

Baca Juga  10 Cara Gokil Meningkatkan Kreativitas Anda

5. Jenis-Jenis Gangguan Kecemasan/ Anxiety Disrorder

Gangguan kecemasan atau Anxiety Disrorder merupakan suatu gangguan yang memiliki ciri kecemasan atau ketakutan yang tidak realistik, juga irrasional, dan tidak dapat secara intensif ditampilkan dalam cara-cara yang jelas.

Sumber: www.wanita.me

Gangguan kecemasan terbagi dalam beberapa jenis, yaitu :

a. Fobia Spesifik

Yaitu suatu ketakutan yang tidak diinginkan karena kehadiran atau antisipasi terhadap obyek atau situasi yang spesifik.

b. Fobia Sosial

Merupakan suatu ketakutan yang tidak rasional dan menetap, biasanya berhubungan dengan kehadiran orang lain.

Seseorang menghindari situasi dimana dirinya dievaluasi atau dikritik, yang membuatnya merasa terhina atau dipermalukan, dan menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau menampilkan perilaku lain yang memalukan.

c. Gangguan Panik

Gangguan panik memiliki karakteristik terjadinya serangan panik yang spontan dan tidak terduga.

Beberapa gejala yang dapat muncul pada gangguan panik antara lain ; sulit bernafas, jantung berdetak kencang, mual,rasa sakit didada, berkeringat dingin, dan gemetar.

Hal lain yang penting dalam diagnosa gangguan panik adalah bahwa individu merasa setiap serangan panik merupakan pertanda datangnya kematian atau kecacatan.

d. Gangguan Cemas Menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder)

Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah kekhawatiran yang berlebihan dan bersifat pervasif, yang dapat menyebabkan stress dan depresi.

e. Agrophobia

Yaitu suatu ketakutan berada dalam suatu tempat atau situasi dimana ia merasa bahwa ia tidak dapat atau sukar menjadi baik secara fisik maupun psikologis untuk melepaskan diri.

Orang-orang yang memiliki agrophobia takut pada kerumunan dan tempat-tempat ramai.

6. Penanganan Anxiety Disorder

Terapi untuk Anxiety Disorde Sendiri mencakup pendekatan Psikoanalisis, behavioral, dan biologis.

a. Cognitive behavioral therapy (CBT)

CBT akan membantu seseorang dengan gangguan kecemasan dalam mengidentifikasi pikiran-pikiran negatif yang ada dalam dirinya. Setelah memahami asal pikiran negatif tersebut, terapi ini kemudian akan menata ulang pikiran tersebut menjadi pikiran yang positif. Membuat orang dengan gangguan kecemasan berfikir lebih realistis terhadap sesuatu agar tidak merasa cemas.

b. Behavior Therapy

Terapi perilaku bertujuan untuk membiasakan orang dengan kecemasan pada objek atau sesuatu yang ditakutinya. Terapi ini akan terus membuat orang dengan kecemasan mengingat atau berhadapan dengan sesuatu yang membuatnya cemas hingga akhirnya merasa resisten atau kebal.

c. Farmakoterapi

Terapi ini menggunakan obat-obatan seperti antidepresan, yang dapat membuat orang dengan gangguan kecemasan merasa lebih rileks saat muncul pikiran negatif. Terapi ini harus dilakukan oleh professional karena berkaitan dengan obat-obatan yang tidak bisa dikonsumsi sembarangan.

d. Gaya Hidup sehat

Gangguan kecemasan adalah sesuatu yang tidak dapat diprediksi atau dicegah secara langsung. Oleh karena itu, untuk mengurangi gangguan ini, sebaiknya Anda; rutin olahraga, hindari konsumsi alkohol, dan lakukan kegiatan relaksasi dengan teratur.

 

Semoga Bermanfaat

 

 

Sumber:

Anxiety Disorder Memahami Gangguan Kecemasan, Jeni dan acara Penanganan

Terapi Kognitif Untuk mengatasi Gangguan Kecemasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Kesepian Pada Lansia dan Upaya Mengatasinya

Kesepian pada lansia adalah dimana orang lanjut usia merasa sendirian, merasa terisolasi. …