ambivert adalah

Ambivert adalah ? Berbanggalah Jika Kamu Punya 5 Ciri ini

Ambivert adalah kata yang mungkin masih asing bagi sebagian orang. Kita mungkin pernah dan bahkan sering mendengar mengenai kepribadian introvert dan juga ekstrovert. Nah, ambivert adalah gabungan keduanya.

Dua kepribadian ini seringkali menjadi salah satu parameter  yang digunakan oleh masyarakat dalam melihat kepribadian seseorang. Hal ini dilakukan karena antara kedua jenis kepribadian ini sangat mudah membedakannya, dan memang dapat diobservasi dengan jelas dan mudah.

Ambivert Adalah? Pengertian Dan Sejarahnya!

Namun saat ini, muncul satu istilah baru, yang sebenarnya sudah cukup lama namun masih terdengar asing di telinga kita, yaitu istilah bernama ambivert. Apa itu ambivert? Bagaimana korelasinya dengan kedua kepribadian Introvert dan Ekstrovert yang sudah common di telinga kita?

Seorang psikolog bernama Edmund Smith Conklin menemukan apa yang dia yakini sebagai “ambivert,” yang pada dasarnya pengertian ambivert sebagai berikut :

Ambivert adalah sifat kepribadian untuk menggambarkan seseorang di tengah spektrum atau keadaan antara introvert dan ekstrovert. Secara umum kita melihat introvert sebagai orang yang tertutup dan ekstrovert orang yang terbuka, maka ambivert adalah gabungan dari keduanya. Di satu saat dia bisa menjadi Introvert dan di saat yang lain dia sangat ekstrovert.

Ambivert sendiri sebenarnya merupakan sebuah istilah baru dan popular, bahkan apabila kita mencari mengenai ambivert dalam  literature atau  jurnal, kita akan sangat sulit menemukannya.  Ambivert hanyalah istilah yang menggambarkan kondisi 50:50 antara kepribadian introvert dan juga ekstrovert. Bisa dibilang, ambivert adalah orang yang mudah beradaptasi diantara dua kondisi tersebut yang bisa juga dikatakan merupakan seorang yang fleksibel.

Yakin ingatanmu Asli ?

Faktanya, misalkan kita memiliki kepribadian yang introvert, kita sebenarnya tidaklah 100% introvert. Masih ada sisi ekstrovert di dalam diri kita, meskipun sedikit, katakanlah 10%. Begitu pula sebaliknya. Nah, bagi kita yang ambivert, maka seperti disebutkan sebelumnya, parameter ekstrovert dan juga introvert di dalam diri kita adalah 50:50. Contoh mudahnya adalah seperti ini :

Anda merasa bahwa diri anda ekstrovert, karena anda mudah bergaul, sering banyak bicara, percaya diri, friendly, dan sering bermain bersama teman baik pria maupun wanita. Namun, ada saat dimana anda harus atau ingin melakukan sesuatu sendiri bukan? Inilah yang dimaksud dengan tidak 100% ekstrovert, karena anda masih memiliki “keinginan” untuk menjadi introvert, begitupun sebaliknya. Bagaimana dengan ambivert?

Baca Juga  Jika 12 Tanda Ini Ada di Kamu, Artinya Kamu Seorang Sosiopat

Ambivert merujuk pada kondisi dimana individu tersebut fleksibel, mudah beradaptasi, dan juga easy going dalam segala hal, yang tidak menonjolkan sisi introvert atau ekstrovert dari dalam dirinya.

Miskonsepsi Ambivert

Ambivert Bukanlah Kepribadian Ganda

Hal terpenting yang dapat  kita ketahui tentang ambivert adalah bahwa ada banyak sekali individu dalam kategori  ini.  Kita semua memiliki saat-saat ketika kita ingin menjadi orang yang narsis, kita merasa ingin mengobrol dengan orang asing yang tidak dikenal, dan disisi lain kita tidak ingin berbicara dengan pasangan kita.  Kita juga mungkin telah mencoba berbagai kepribadian pada waktu yang berbeda dalam hidup kita. Bisa dibilang termasuk kategori 0rang multidimensi yang memiliki beberapa karakteristik lain dan membentuk kepribadian unik.

Istilah ambivert adalah hanya menunjukkan kecenderungan individu yang mudah beradaptasi dengan situasi tertentu saja.  Jadi kita tidak perlu khawatir, apabila kita memiliki kecenderungan ambivert, maka kita bukan memiliki gangguan psikologis, karena dari sisi teori tentang psikologi sendiri ambivert bukanlah bentuk kepribadian.

Mereka yang merasa ambivert, sebenarnya tetap memiliki kecenderungan kepribadian tertentu, dalam hal ini adalah ekstrovert dan introvert. Karena secara umum, tetap ada salah satu perilaku dan sikap dari individu yang menonjol dari ambivert itu sendiri, apakah itu ekstrovert, ataupun introvert.

Ciri-Ciri Individu Ambivert

Orang yang memiliki kepribadian ambivert biasanya memiliki ciri-ciri umum seperti ini.

1. Tidak mudah membuat keputusan dan perencanaan.

Seorang ambivert akan merasa sulit dalam menentukan pilihannya, mereka bisa menentukan pilihannya dengan berdasarkan mood karena memang orang ambivert cenderung moody

Ambivert tidak mudah membuat keputusan
FreeVector.com

2. Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

Seorang ambivert bisa dengan mudah dengan orang lain dan juga lebih bisa memahami orang lain. Orang ambivert mampu mencari interaksi sosial, namun bisa menarik diri ketika butuh istirahat. Hal ini membuat mereka sangat fleksibel pada situasi yang sedang dihadapi. Seorang ambivert merasa nyaman-nyaman saja saat berkumpul di tengah kerumunan orang, namun kadang terlalu banyak menghadapi orang lain terasa melelahkan.

ambivert mudah beradaptasi
freevector.com

3. Tidak mudah terpengaruh.

Seorang ambivert tidak mudah percaya kepada orang lain . Salah satu kelebihan ambivert adalah sikapnya yang tidak mudah dipengaruhi faktor luar. Tipe ambivert lebih cenderung dipengaruhi oleh pandangannya sendiri

Baca Juga  Hippocrates : 4 Karakter Manusia (Melankolis, Koleris, Plegmatis & Sanguinis) Pengertian dan ciri-cirinya!

4. Mempunyai emosi yang stabil.

Ketika biasanya para introvert itu sensitif. Sementara ekstrovert tidak mudah terpengaruh dengan stimulasi yang berasal dari luar. Maka ambivert memiliki keseimbangan yang baik antara keduanya.S eorang ambivert mempunyai emosi yang stabil dan mempunyai keahlihan membaca emosi orang lain. Seorang ambivert merupakan seorang emosi bilingual atau bisa membaca emosi orang lain. karena itu, seorang ambivert memiliki berbagai keterampilan dan juga memiliki koneksi yang luas.

5. Seorang individu yang multi-tasking

ambivert memiliki kemampuan untuk multitasking
freevector.com

Seorang introvert akan sedikit kesulitan jika mengerjakan tugas kelompok. Begitupun seorang ekstrovert akan sedikit kesulitan jika mengerjakan tugas sendiri. Maka seorang yang ambivert dapat menyesuaikan kedua kondisi tersebut. Mereka tidak keberatan jika mengerjakan tugas sendiri maupun berkelompok. Seorang ambivert akan tetap bisa mengerjakan sebuah proyek dengan cara  apapun dan tidak punya preferensi atau kecenderungan sama sekali untuk memilih ini.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ambivert cenderung banyak ditemui para tenaga marketing, karena mereka pendengar dan pembicara yang baik. Ambivert juga cocok menjadi pemimpin yang baik karena mereka fleksibel tanpa menjadi sombong atau terlalu percaya diri.  Jadi, lain kali jika seseorang bertanya kepada kita apakah kita seorang introvert atau ekstrovert, kita bisa memberi tahu mereka bahwa diri kita adalah seorang “ambivert.” Kenapa? karena itu akan memulai percakapan yang menarik tentang topik yang tidak mereka ketahui sebelumnya, dan kita bisa mendiskusikannya.

 

Kelebihan & Manfaat Menjadi Ambivert

Berbanggalah jika kamu seoarang ambivert. Kenapa harus bangga?

karena secara logic, kita bisa menyimpulkan bahwa menjadi seorang ambivert dengan benar anda bisa mendapatkan kelebihan seorang introvert dan ekstrovert sekaligus. Secara singkat ini beberapa kelebihan yang kalian dapatkan jika kalian termasuk seorang yang memiliki kepribadian sebagai ambivert.

  • Kamu adalah pendengar dan komunikator yang baik.
  • Kamu memiliki kemampuan untuk mengatur perilaku (menjadi Introvert atau Ekstrovert)
  • Kamu bisa nyaman di kerumunan sosial, namun juga bisa menikmati di saat sendirian.
  • Empati merupakan kelebihan yang natural kamu miliki.
  • Kamu mampu memberikan keseimbangan.
Baca Juga  Psikologi Warna: Memahami Kepribadian Orang Dari Warna Favorit

 

Nah, seperti itulah penjelasan kita tentang ambivert, semoga kamu lebih tahu dan mengenal kepribadianmu.

Apa pengalamanmu sebagai ambivert? bagikan ceritamu di kolom komentar?

 

Sumber: Hubungan antara Introvert, Ekstrovert dengan Ambivert

Perbedaan Antara Kepribadian Introvert, Ekstrovert dan Ambivert

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Impostor Syndrome : Si Pintar Yang Merasa Dirinya Tak Layak

Impostor syndrome merupakan kondisi psikologis dimana orang tersebut merasa bahwa dirinya …