10 Kata Rasis Yang Tanpa Disadari Sering Kalian Ucapkan

Rasisme adalah sebuah gagasan yang diciptakan manusia dengan untuk membedakan-bedakan orang dilihat dari warna kulit, suku, agama dan hingga daerah tinggal.

Biasanya pelaku rasisme selalu lekat dengan superioritas dari kelompok tertentu. Mereka dapat melakukan apa saja karena memang merasa lebih unggul.

Pada akhirnya, hak-hak orang yang berbeda dari mereka itu justru dilanggar. Bahkan tentunya akan mengarah pada tindakan kriminalisme.

Rasisme sudah dan ada di dunia ini sejak lama. Rasisme sudah menjadi faktor pendorong diskriminasi sosial, segregasi dan kekerasan rasial, termasuk genosida.

Para politisi sering sekali menggunakan isu rasial untuk memenangkan suara.

Trik membaca masa depan

Istilah rasis telah digunakan dengan konotasi buruk paling tidak sejak 1940-an, dan pastinya selalu identifikasi suatu kelompok atau orang sebagai rasis sering bersifat kontroversial.

Baca Juga: Diskriminasi: Pengertian, Jenis, Tipe dan Dampak, Lengkap!!

Mulanya terjadi dari akar kebencian rasialis terhadap kelompok minoritas Tionghoa di Indonesia sampai sekarangpun masih ada. Dan faktanya sejarah mengulang dirinya sendiri.

Tapi apa kalian tahu kalo sebenarnya istilah “rasis” itu bukan hanya dipakai untuk menjelaskan diskriminasi yang dilakukan kaum kulit putih terhadap kulit hitam?

Nah, coba renungkan apakah kalian yakin jika kalian  nggak pernah melakukan rasis secara nggak sadar dalam kehidupan kalian sehari-hari? Mari simak artikel ini dulu ya gaess…

1. Sarapan

Sarapan roti ala bule

“Sarapan Rori Donk… Biar Kaya Bule tuh”

Bule adalah kata slang  yang sering digunakan di Indonesia untuk menyebut para orang asing atau keturunan kulit putih yang ada di Indonesia. Sebagian besar masyarakat kita tentunyasudah terbiasa menggunakan istilah bule tanpa maksud menyakiti.

Namun, faktanya berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘bule’  sendiri itu berakar pada “bulai” yang artinya albino. Oleh sebab itu beberapa orang asing  yang belum lama tinggal di Indonesia tidak sedikit yang tersinggung perasaannya akibat istilah ini. Jadi mohon hati-hati, ya gaess.

Selain itu, saat kita menganggap bahwa makanan atau masakan “bule” lebih keren atau lebih lezat daripada makanan asli Indonesia justru merupakan cerminan sikap rasis terhadap bangsa kita sendiri.

Baca Juga  Mengapa Kita Suka Dengan Hal Mistis Dan Supranatural?

Kata siapa sih jika makanan orang Indonesia kalah keren dibandingkan makanan atau masakan orang Barat?

2. Pelit

Mungkin sebagian besar dari sudah biasa dengan kata dan istilah ini sejak kecil “Pelit Deh Kamu, Kayak Orang Cina”. Lifestyle hemat sering kali dihubungkan dengan keturunan Tionghoa di Indonesia, yang umumnya berprofesi sebagai pedagang.
Padahal,hubungan keturunan Tionghoa dengan sifat prihatin atau pelit sampai saat ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah lho.

Faktanya tidak semua keturunan Cina itu pelit dan prihatin. Banyak sekali yang suka hidup mewah bahkan dermawan. Kalau kita bisa menilai lagi apapun tergantung individu masing-masing. Jadi, sebaiknya kalian berpikir dulu deh jika ingin mengucapkan kalimat rasis ini.

3. Etnis

Entah kenapa dan bagaimana awalnya, stereotip orang Jawa selalu halus, lelet, dan manutan. “Pantes Lelet, Orang Jawa Sih!” Kata itu sering sekali di ucapkan sebagian besar orang.

Yaps, Memang benar jika sebuah suku selalu mempunyai ciri khas tesendiri untuk membedakannya dari suku lain. Tetapi, tentunya setiap anggota dari suku-susku tersebut merupakan individu-individu yang unik dengan kepribadiannya dan caranya masing-masing.

4. Sikap

Memang faktanya jika aksen orang yang berasal dari Sumatra  khususnya Sumatra Utara sedikit dan memang relatif tegas, dengan intonasi yang lebih tinggi dibandingkan cara bicara orang Indonesia pada umumnya.

Tapi saat kalian melabeli semua orang yang bersikap keras dan tak mau kalah dengan perangai ‘Orang Batak’, kalian sebenarnya sedang melabeli suku tersebut sebagai suku yang kasar. Yah, kalian sedang melakukan tindakan rasis. Contohnya” Kasar banget deh lu ah, Dasar Batak”

5. Kulit Hitam dan Keriting di sebut “Negro”

Hay, guys jangan seperti ini ya! Sayangnya tidak banyak dari kita yang tahu bahwa kata “negro “merupakan kata luar biasa kasar di tempat asalnya, yaitu di Amerika sana.

Bila seorang selebritis atau  seorang politikus kelepasan berucap kata-kata seperti ini di depan publik, tentunya karir mereka bisa hancur berantakan.

Istilah ini awalnya digunakan untuk merujuk pada keturunan kulit hitam yang berasal dari Afrika.

Baca Juga  Pengertian, Sejarah, dan Aliran Feminisme Lengkap

Istilah ini sekarang menjadi “haram” karena erat kaitannya dengan sejarah perbudakan kulit hitam di Amerika.

Ini merupakan masa dimana orang kulit hitam bisa digantung di pohon-pohon dan dijadikan makanan ke anjing buas hidup-hidup hanya karena warna kulit mereka.

Dengan cara mengucapkan kata ini, kamu seolah mendukung perlakuan kejam yang pernah dialami ras kulit hitam di Amerika ratusan tahun lamanya.

Jadi, jangan pernah lagi mengucapkan kata ini, ya gays. Cukup ganti saja istilahnya dengan kaum Afrika-amerika atau orang kulit hitam.

6. Mahasiswa Timur Mendapat Pelakuan Yang Berbeda

Bila kal pendatang yang berasal dari propinsi di sebelah timur Indonesia seperti Papua atau Maluku mungkin kalian pernah merasa agak kesulitan berbaur dengan lingkungan sekitarmu.

Meski kalian tidak berniat melakukan apa-apa, orang di sekitar kalian kadang melihat kalian dengan pandangan yang lebih waspada.

Saat kalian sedang keliling mencari kos atau penginapan sementara, kalian juga mungkin pernah mengalami ini:

Kalian: “Pak masih ada kamar kos yang kosong gak ya?” 

Pak Kos: “Oh maaf ya. Sudah penuh nih Mas/Mba.” 

Kalian: “Baik, terima kasih Pak.” *dan kalian kemudian pergi dengan kecewa*

Pak kos  *dalam hati*: “Sebenarnya masih banyak sih kamar yang kosong, tapi orang Timur nih biasanya bikin rusuh!”

7. Orang Sunda Lebih Cantik

Dikarenakan jenis kulit mereka yang relatif lebih cerah dari orang Indonesia yang lain, para cewek Sunda banyak dianggap lebih cantik dibandingkan perempuan Indonesia dari suku yang lain.

“Orang Sunda Ya? Pantes Cantik!”

Padahal, jika faktanya ini sama dengan bilang kalau seorang wanita Indonesia yang berasal dari suku lain itu nggak cantik. Udah kalian rasis, nggak penting lagi!!

8. Memperbaiki Keturunan

Kalimat ini seringkali diucapkan pada orang Indonesia yang mempunyai pacar atau calon suami dari negara Barat. Kita mungkin ringan aja mengatakan hal ini, seolah-olah tidak ada hal yang memang perlu diperbaiki dari suku kita atau ras Asia. Hemmm.

A : “Wioouuhh…pacarnya bule ya bro…bagus dong, loe bisa memperbaiki keturunan loe bro.”

B : “Enak saja lo. Emang gue segitu jeleknya ya?

A: *silent*

9. Orang Banten Suka “Nyantet”

Pliss dehh bro and sis, santet itu bukan hanya orang Banten kali yang punya. Di Daerah-daerah lain seperti Jawa Timur, Jogyakarta, dan Bali pun tentunya punya tradisi magis seperti itu dan yang kurang lebih sama kuatnya.

“Wah, loe orang banten, pinter santet berarti ya?”

Jika kalian ingin mengidentifikasi orang berdasarkan tempat mereka berasal, sebaiknya kalian menyebut hal-hal positif dari daerah tersebut, so bukan sisi negatifnya.

Baca Juga  Makna Kata "Benci" Yang Sebenaranya

Salah-salah kalian malah bisa menyinggung perasaan orang tersebut lho.

10. Orang Arab, Identik Dengan Teroris

Pertama, yang perlu kalian tahu nggak semua orang Arab itu Islam. Ada yang Kristen, ada juga tidak punya agama, ngerti kalian??

Kedua, orang Islam itu tidak identik dengan kekerasan atau terorisme! Citra negatif ini adalah hal yang tidak bijak dan sangat mengganggu bagi kaum Muslim

Tentunya, Kita tidak boleh menggeneralisasikan sebuah agama dengan suatu sifat yang spesifik, apapun agama itu.

Ketiga, faktanya yang sebagian besar dari mereka yang terbukti melakukan tindakan teror di Indonesia adalah orang dengan ras Melayu bahkan bangsa kita sendiri.

Misalnya saja Amrozi, Imam Samudra.  Mereka bukan orang Arab tapi orang kita Brooo!!

Hal-hal tersebut diatas cuma beberapa contoh sikap rasis yang mungkin secara tidak sadar sering kalian ucapkan atau lakukan di dalam kehidupan sehari-hari.

Fakta jika kalian tinggal di Indonesia yang bhinneka akan memberi banyak peluang buat kalian melakukan hal-hal kecil yang bisa menyinggung suku atau ras lain di sekitar kalian.

Oleh sebab itu, kalian harus lebih peka dan berhati-hati dalam berucap dan bertindak. Jangan sampai kalian menyakiti mereka yang ada di dekat kalian, ya.

 

Semoga Bermanfaat!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Diskriminasi: Pengertian, Jenis, Tipe dan Dampak, Lengkap!!

1. Apakah diskriminasi itu? Pada dasarnya diskriminasi adalah pembedaan perlakuan. Perbeda…