10 Bahaya Multitasking Tanpa Kalian Sadari

Pepatah mengatakan jika waktu adalah uang, dan multitasking sendiri sering dianggap sebagai salah satu cara bekerja paling tepat dan efisien.

Dengan bekerja multitasking, kebanyakan orang berpikir dapat mengerjakan banyak hal dalam satu waktu yang relatif lebih singkat.

Cara ini menjadi jalan pintas dan alasan ketika orang-orang sedang dikejar deadline.

Padahal kenyataannya tidak seindah perkiraan lho. Faktanya, banyak sekali kerugian dari multitasking itu sendiri, dan bahkan mungkin saja membuatmu kaget. Apa saja sih? Berikut penjelasaannya!

1. Multitasking dapat merusak otak

Pernahkah kalian bekerja sambil nonton TV, mendengarkan curhat teman atau sambil memperhatikan layar presentasi?

Yakin ingatanmu Asli ?

Secara tidak langsung, kalian meminta otak kalian membagi perhatian dan sebenarnya ini tidak bisa dilakukan.

Faktanya, otakmanusia tidak di desain untuk mengerjakan banyak hal bersamaan. Saat dipaksa untuk multitasking, otak manusia ibarat melompat-lompat dari satu tugas ke tugas lainnya sehingga hanya bisa fokus dalam waktu singkat.

Bukan hanya tidak bisa fokus, otak juga bisa rusak lho.

Berdasarkan penelitian dari University of Sussex di Inggris, seseorang yang terbiasa multitasking mengalami kemunduran kemampuan di bagian otak yang bertanggung jawab untuk empati, kontrol kognitif, dan juga pengendalian emosi.

2. Multitasking dapat Membuat stres

Interupsi otak berkali-kali yang terjadi saat sedang multitasking juga dapat meningkatkan level stress.

Umumnya, hal Ini terjadi ketika kalian sedang mengerjakan satu pekerjaan, namun kalian tidak sabar untuk menyelesaikan pekerjaan lain.

Maka dapat memicu produksi kortisol, yaitu hormon penyebab stress meningkat.

Hasilnya kalisn akan merasa sangat lelah ketika membutuhkan energi untuk konsentrasi.

3. Multitasking membuat tidak produktif

Bahkan tidak jarang kita selalu salut dan menganggap hebat dengan orang yang bisa melakukan multitasking.

Tetapi faktanya, kemampuan tersebut sebenarnya bukanlah sesuatu yang pantas dibanggakan.

Multitasking sendiri sebenarnya membuang-buang waktu karena pada dasarnya otak kita tidak bisa mengerjakan banyak hal di watu yang sama.

Baca Juga  Teori Psikologis Pada Film The Blind Side

Yang kalian lakukan sebenarnya adalah semacam pengalihan dan pengalihan ini membuat pekerjaan akan makin lama selesai.

Prof. Earl Miller, neuroscientist dari Massachusetts Institute of Technology Amerika menjelaskan hal ini dalam penelitiannya.

Beliau memindai otak peserta saat mereka melakukan multitasking. Hasilnya, otak manusia terbukti hanya bisa fokus pada satu atau dua hal.

Produktivitas mereka yang melakukan multitasking malah menurun hingga 40%.

4. Multitasking membuatmu bodoh

Kalian tahu nggak, jika otak yang biasa dipaksa multitasking bisa jadi bodoh lho.

Kedengarannya memang kejam, tapi multitasking yang berulang-ulang memang dapat menurunkan kemampuan belajar.

Penelitian ini pernah dilakukan oleh University of London yang menemukan bahwa multitasking dapat menurunkan IQ.

Efek yang sama juga terlihat dari peserta  atau orang yang mengisap mariyuana dan terbiasa begadang.

Lebih detailnya, otak juga kehilangan kemampuan untuk mengidentifikasi mana yang penting dan mana yang tidak.

Dan ini akan membutakan kalian dari fakta bahwa mengerjakan banyak hal dalam waktu yang bersamaan adalah percuma.

5. Multitasking membuatmu cenderung curang

Kecurangan (baik yang disengaja maupun tidak) terjadi ketika kalian terburu-buru.

Kalian akan lebih banyak melakukan kesalahan ketika kalian beralih dari satu tugas ke tugas lainnya, daripada fokus pada satu tugas sulit.

Karena multitasking membuat kalian kurang produktif, kalian pun akan mencari jalan pintas. Misalnya, ketika mengerjakan tugas kuliah kalian akan menyingkat jawaban.

6. Multitasking merusak kemampuan kognitif

Karena terbiasa tidak fokus pada satu hal, orang multitasking cenderung menurun kemampuan kognitifnya.

Kemampuan kognitif adalah aktivitas otak yang mencakup pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge), pemahaman (comprehension), penerapan (application), analisis (analysis), sintesis (syntesis), penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation) dan kemampuan untuk menyaring informasi.

Hasilnya, mereka yang cenderung multitasking efisieni dan kualitas kerja menurun.

7. Multitasking membuat kalian lebih banyak membuat kesalahan

Tanpa kalian sadari, multitasking juga bisa jadi penyebab kalian membuat banyak kesalahan.

Para ahli memperkirakan produktivitas individu dapat turun hingga 40% ketika harus berpindah dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan lain.

Baca Juga  Mengapa Kita Suka Dengan Hal Mistis Dan Supranatural?

Hal ini tentu saja terjadi karena kalian membutuhkan waktu untuk kembali fokus saat baru memulai pekerjaan.

Multitasking juga akan membuat kalian melakukan lebih banyak kesalahan, terutama jika hal uang kalian kerjakan melibatkan pemikiran kritis.

Sebuah studi lain di Perancis yang dilakukan tahun 2010  menemukan bahwa jika manusia sebenarnya bisa melakukan dua tugas rumit sekaligus tanpa sebuah kesalahan yang berarti.

Hal ini disebabkan karena otak manusia memang memiliki dua lobus yang dapat menghandle kedua pekerjaan tersebut.

Tapi jika kalian memberikan pekerjaan ketiga, maka otak akan kewalahan dan timbul banyak kesalahan akibat multitasking ini.

8. Multitasking dapat melewatkan banyak hal dalam hidup

Alasan lain yang membuat multitasking tidak seefektif kedengarannya adalah kenyataan bahwa kalian akan melewakan banyak hal dalam hidup.

seseorang yang sibuk dengan multitasking tidak akan sempat dan dapat memperhatikan apa yang ada di sekitar mereka bahkan yang dekat sekalipun.

Seperti hasil dari studi Western Washington Unversity yang menyatakan bahwa jika 75% mahasiswa berjalan melintasi lapangan sambil berbicara di telepon selular, ternyata  mereka tidak akan melihat hadirnya badut mengendarai sepeda roda satu di depannya.

Memang secara teknis, orang yang berbicara di telepon masih dapat melihat apa yang terjadi di sekitarnya.

Tetapi pada dasarnya, tidak banyak hal yang dapat direkam di otak karena otak sedang fokus pada hal lain.

Kalian tentunya tidak ingin jika multitasking justru akan membuat kalian melewatkan banyak informasi atau pun momen-momen penting yang seharusnya kalian lihat.

Maka dari itu mulai sekarang cobalah untuk hanya fokus pada satu pekerjaan saja.

Baca juga: Bipolar Disorder, Gangguan Mental Yang Wajib Anda Tahu

9. Multitasking Dapat Meredam kreativitas

Mengapa multitasking dapat mempengaruhi kreativitas? tentu saja,saat kalian melakukan banyak hal dalam satu waktu, maka banyak juga hal yang terjadi dalam otak kalian.

Semakin banyak yang dikerjakan,maka akan semakin banyak “working memory’”atau penyimpanan otak sementara kalian yang bekerja.

Hal ini kemudian memicu kalian kesulitan untuk berpikir kreatif.

Baca Juga  Kumpulan Renungan Pagi Dan Motivasi Pemicu Semangat

Kalian tidak lagi memiliki waktu untuk berpikir sejenak dan berpikir jernih agar mendapatkan momen dimana kreativitas terkadang muncul.

10. Multitasking merusak hubungan dengan orang sekitar

multitasking

Memang hal ini cukup sulit untuk dipungkiri, ketika multitasking membuat kalian terus sibuk dengan gadget kalian bahkan ketika banyak orang di depan kalian yang bisa diajak mengobrol secara langsung.

Kalian mungkin berpikir bahwakalian bisa melakukan multitasking yaitu mendengarkan lawan bicara di depan kalian sambil membalas pesan yang ada di ponsel kalian.

Sekali dua kalikalian mungkin berpikirjika kalian dapat berhasil melakukannya.

Padahal tanpa kalian sadari, ada waktu ketika lawan bicara mulai merasa kalian tidak sepenuhnya mendengarkan, meskipun mereka tidak mengatakannya secara langsung.

Lawan bicara kalian pada akhirnya lebih memilih untuk juga fokus pada ponselnya atau bahkan pergi dan menghentikan komunikasi kalian dengan segera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Tung Desem Waringin: Biografi Lengkap Sang Motivator

Tung Desem Waringin merupakan salah satu motivator terbaik dan cukup di kenal oleh masyara…